PAREPARE, KILASSULAWESI– Sejumlah wilayah di Kota Parepare terendam air akibat curah hujan yang cukup tinggi. Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulsel pun dikerahkan guna membantu proses evakuasi warga korban banjir, Jumat 18 April 2022.
Berdasarkan hasil pantauan, dampak banjir terjadi dibeberapa titik diantaranya, Kampung Tegal, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kelurahan Bumi Harapan dan Kelurahan Lumpue Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare.
Ada sejumlah perumahan yang terendam. Misalnya BTN Savara, Citra Buana Mas. Ada juga di objek wisata Ladoma, Kelurahan Wattang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki. Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Kompol Ramli yang terjun langsung membantu warga mengatakan, pihaknya telah menurunkan personil Brimob guna membantu proses evakuasi warga maupun barang mereka di lokasi banjir.
“Personil kita hadir di lokasi guna memberikan bantuan kepada warga dan kita harus tetap berhati-hati dalam proses evakuasi terutama kepada warga yang terdampak banjir seperti anak-anak dan juga orang tua,” kata Ramli.
Sesuai dengan motto Korps Brimob Polri ‘Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan’. “Inilah yang kami lakukan hari ini dengan hadir langsung di tengah saudara kita yang sedang tertimpa musibah di seluruh wilayah yang terdampak banjir. Alhamdulillah banjir sudah surut dan warga masyarakat sudah dapat beraktivitas kembali,”ungkap Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulsel.
Sebelumnya, Wali Kota Parepare Taufan Pawe turut memantau sejumlah titik banjir. Dia mengakui banjir di Parepare ini termasuk yang paling parah dalam kurun waktu 4-5 tahun terakhir. “Saya merenung kejadian seperti ini sekitar 4-5 tahun yang lalu terjadi. Karena tolok ukur kalau air sungai melewati Sungai Jawi-jawi itu betul-betul meluap. Di Tonrangen River Side itu air jaga naik berarti air sudah di atas permukaan laut Salo Karajae,” kata Taufan Pawe.(*)






