Lima Poin Pertemuan GNB dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin

Wakil Presiden saat menerima kunjungan tokoh bangsa yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa

JAKARTA, KILASSULAWESI– Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menerima kunjungan sejumlah tokoh bangsa yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Istana Wapres, Jakarta, Kamis 11 Januari 2024, sore. GNB terdiri atas Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Quraish Shihab, Lukman Hakim Saifuddin, Karlina Rohima Supelli, Makarim Wibisono, Kardinal Suharyo, Pendeta Gomar Gultom, dan Alissa Wahid.

Wapres K.H. Ma’ruf Amin dalam pertemuan itu mengungkapkan apresiasinya kepada para tokoh lintas agama tersebut yang hadir membawa gagasan Gerakan Nurani Bangsa sebagai upaya untuk menjaga dan merawat bangsa Indonesia.  Lebih lanjut, Wapres mengungkapkan bahwa kunci merawat keutuhan bangsa adalah nurani yang dimotori akal yang sehat dan hati yang bersih. Oleh sebab itu, peran para tokoh bangsa sangat fundamental guna terus menjaga akal dan pikiran masyarakat agar tetap sehat dan jernih.

Adapun salah satu tantangan terdekat dalam merawat keutuhan bangsa, sebut Wapres, adalah kontestasi Pemilu 2024. Wapres menambahkan Pemilu dapat menyebabkan polarisasi masyarakat yang berujung pada perpecahan. Dalam pertemuan ini menghasilkan lima poin penting.

Pertama, Gerakan  Nurani Bangsa menyatakan bahwa Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, sebagai pemimpin di cabang kekuasaan eksekutif, memiliki amanah untuk bertindak adil dan menjadikan kemaslahatan publik sebagai kebajikan tertinggi. Pandangan ini berlaku pula untuk pemimpin di cabang legislatif dan yudikatif.

Gerakan ini mengimbau para pemimpin di semua cabang kekuasaan untuk menjalankan amanah dan kewajiban mereka, serta memastikan transisi kepemimpinan melalui pemilihan umum 2024 berjalan damai, adil, jujur, dan bermartabat.

Kedua, Gerakan Nurani Bangsa menyatakan bahwa transisi kepemimpinan melalui Pemilu 2024 adalah bagian dari perjalanan penting bangsa dan negara, bukanlah pemberhentian terakhir. Oleh karena itu, mereka mengajak setiap warga untuk memperkuat partisipasi dan solidaritas guna mengawal dan mengawasi pemimpin terpilih serta pemerintahan yang terbentuk agar dapat mewujudkan kesejahteraan rakyat, kemakmuran, dan kemaslahatan bersama.

Ketiga, para tokoh tersebut menyampaikan Lima Amanat Ciganjur yang diutarakan dalam Peringatan Haul ke-14 KH Abdurrahman Wahid pada 16 Desember 2023. Amanat-amanat tersebut menegaskan pentingnya Pemilu 2024 sebagai sarana untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, mengutamakan kesejahteraan rakyat, dan menciptakan pemerintahan yang adil.

Keempat, Gerakan Nurani Bangsa mengimbau calon pemimpin untuk menjadikan momen transisi kepemimpinan ini sebagai kesempatan untuk membuktikan dan merayakan nilai-nilai kepemimpinan yang luhur, sejalan dengan teladan para pendiri bangsa. Mereka menyoroti isu-isu strategis jangka panjang, seperti pengentasan kemiskinan, penanggulangan perubahan iklim, distribusi kesejahteraan yang adil, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Kelima, gerakan ini mendorong agar Pemilu 2024 menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan konsensus nasional guna menyelesaikan kasus-kasus kebangsaan, termasuk situasi di Papua.(*)

 

 

 

Pos terkait