KILASSULAWESI.COM,POLMAN– Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) melalui Dinas Sosial mengakui tak memiliki anggaran untuk menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) alias orang gila. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial, Yusuf Djamaluddin yang ditemui Parepos Online, Minggu 3 Mei 2020.
Yusuf menegaskan, untuk saat ini pihaknya tidak dapat berbuat apa untuk menangani ODGJ diwilayah Kabupaten Polman. Pasalnya, sudah tidak ada anggaran yang diperuntukan bagi penanganan ODGJ. ” Kita sudah tidak tangani lagi ketika ada warga yang kejiwannya terganggu seperti stress dan gila, tapi kalau ada kasus seperti itu sebaiknya langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum untuk penangananya. Ada leading sektor yang bisa menangani yakni Bagian Kesra,”ujarnya.
Ditambahkannya, selain tidak ada dana yang dikhususkan untuk menertibkan ODGJ berdasarkan peraturan baru, pengobatan orang gila hanya bisa menggunakan BPJS. Jika menggunakan BPJS, tentunya identitas orang gila tersebut harus jelas. Sementara untuk mencari atau mengetahui identitas orang gila itu pasti sulit. Berbeda dengan peraturan sebelumnya yang hanya membutuhkan rekomendasi dari dinsos untuk mengobati orang gila. “Peran pemerintah ditingkat bawah dibutuhkan untuk memantau warganya yang mengalami ODGJ,”tutupnya.
Mirisnya kondisi tersebut terlihat dalam sebuah kejadian di wilayah Kabupaten Polman. Seorang warga di wilayah Kecamatan Balanipa yang diduga ODGJ mengamuk di Kantor Kecamatan Balanipa. Pelaku merusak kaca jendela Kantor Camat Balanipa dan Kantor BKKBN Balanipa sehingga petugas datang untuk mengamankannya.
Kapolsek Tinambung, Iptu Rustam Abdul Goni SH yang dihubungi membenarkan adanya salah seorang warga mengamuk di Kampung Balanipa dan merusak kaca Jendela Kantor Camat dan Kantor BKKBN,” Iya, benar pak ada memang warga mengamuk tapi kita sudah amankan dan bawa ke kantor Polisi yang selanjutnya akan ditangani oleh petugas Puskesmas.
Rustam mengakui, saat ini pelaku sudah dirujuk oleh petugas ke RSUD Polman untuk diperiksa kejiwannya. Warga yang diduga ODGJ berinisial HT (40) mengamuk kayak orang gila. Dari informasi masyarakat setempat pelaku stres berat akibat ditinggal istrinya beberapa waktu silam, sehingga dirinya tinggal seorang diri di rumahnya. ” Kita berharap ada tindaklanjut pemerintah dengan kondisi warga seperti ini,”singkat Kapolsek Tinambung, Minggu 3 Mei 2020.(win)






