Parepare dan Pangkep Daerah Inovasi Tertinggi di Sulsel

Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan (Puslatbang) dan Kajian Manajemen Pemerintahan (KMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Andi Taufik salam komando bersama Wali Kota Parepare, Taufan Pawe

PAREPARE, KILASSULAWESI– Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia secara resmi mengumumkan hasil penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Provinsi, Kabupaten dan Kota tahun 2022. Pengumuman IID 2022 ini berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor 400.10.11-6301.A Tahun 2022 tentang IID Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Melalui Surat Radiogram Nomor 000.10/398/BSKDN tanggal 30 Januari 2023, Kemendagri RI  menyampaikan pengumuman IID 2022 kepada daerah provinsi, kabupaten/kota, yang ditujukan kepada seluruh Gubenur, Bupati dan Wali Kota se-Indonesia. Hasilnya, Kota Parepare berada pada tingkat pertama dengan skor indeks inovasi daerah sebesar 58,89, disusul Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dengan skor 56,90.

Bacaan Lainnya

Kedua daerah ini mampu mengalahkan 22 kabupaten/kota lainnya di Susel. Berdasarkan kategori, daerah disebut inovatif jika skornya mencapai 35,00 sampai 60,00. Sementara kategori kurang Inovatif skornya 0,01 sampai 34,99. Untuk Kategori Sangat Inovatif skornya 60,01 sampai 100,00.

Berdasarkan hasil skor, ada tiga daerah yang masuk kurang inovatif. Diantaranya Kabupaten Maros, Enrekang, dan Gowa.
Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan (Puslatbang) dan Kajian Manajemen Pemerintahan (KMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Andi Taufik memberikan apresiasi kepada ASN Pemkot Parepare dan Pangkep.

“Selamat dan sukses untuk Pemkot Kota Parepare dan Kabupaten Pangkep yang sudah meraih peringkat pertama dan kedua sebagai daerah terinovatif dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel berdasarkan penilaiaan skor indeks inovasi dari Kemendagri,” kata Andi Taufik saat pembukaan penilaian lomba inovasi tingkat kota Parepare di kantor Puslatbang KMP LAN RI, Kota Makassar, Jumat, 3 Maret 2023.

Taufik menilai, inovasi pada pemerintahan daerah sangat ditentukan seorang pemimpin wilayah tersebut. Berdasarkan penilitian pihaknya, inovasi yang lahir dan berkembang pada pemerintah daerah karena kesadaran dan peran kepala daerah itu sendiri. “Inovasi itu harus ditegakkan dari atas bukan dari bawah. Sehingga tentunya kita mengapresiai bapak Taufan Pawe yang menjadikan inovasi seperti gaya hidup ASN Pemkot Parepare,” ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan, inovasi Pemkot Parepare dan Pangjep sangat membanggakan dan patut ditiru. Untuk Kota Parepare sendiri, kata Taufik tidak hanyak menembus top inovasi tingkat nasional. Tetapi menjadi perwakilan Indonesia pada kancah nasional. Yakni Inovasi Srikandi Oleh Srikandi Pemkot Parepare yang mewakili Indonesia pada ajang United Nations Public Service Awards (UNPSA) Tahun 2021.

UNPSA adalah penghargaan inovasi pelayanan publik internasional yang diadakan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). “Kami tidak heran Kota Parepare mendapat peringkat pertama. Karena salah satu inovasinya seperti Berdaya Srikandi Oleh Srikandi menjadi perwakilan Indonesia di ajang internasional. Ini luar biasa sekali,” pujinya.

Sementara Wali Kota Parepare, Taufan Pawe (TP) mengungkapkan, inovasi bukan hal baru bagi ASN Pemkot Parepare pada era kepemimpinannya.
Sejak Tahun 2016, Taufan Pawe telah mencanangkan Tahun Inovasi. Dimana pada tahun tersebut, kinerja ASN harus ditindaklanjuti dengan perubahan yang melahirkan inovasi.

“Alhamdulilah kita mendapatkan daerah terinovasi se-Sulsel dari Mendagri. Ini capaian luar biasa. Ini  juga bertanda kita semua telah menjadikan inovasi sebagai kebutuhan. Saya berterimakasih dan mengapresiasi kepada kita semua,” kata Taufan Pawe. Wali Kota Parepare dua periode ini menjelaskan, inovasi pemerintah daerah arahnya untuk mensejahterakan masyarakat. Salah satu contoh Berdaya Srikandi Oleh Srikandi.

Membuat perempuan pada wilayah pesisir memiliki keterampilan dalam pengembangan usaha ekonomi produktif.
“Jadi kita beri pelatihan dari istri-istri para nelayan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Dengan mengelola sumber daya perikanan yang menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi,” pungkasnya.(*)

Berikut Rekapitulasi Skor Indeks Inovasi Daerah Provinsi Sulsel:
1. Parepare 58,89
2. Pangkep 56,90
3. Takalar 56,53
4. Palopo 56,51
5. Luwu Timur 54,28
6. Makassar 53,09
7. Soppeng 53,02
8. Bulukumba 52,34
9. Bone 49,80
10. Luwu Utara 49,62
11. Bantaeng 48,31
12. Tana Toraja 47,10
13. Pinrang 46,39
14. Barru 46,13
15. Sinjai 42,96
16. Luwu 42,38
17. Wajo 40,79
18. Jeneponto 40,46
19. Toraja Utara 40,10
20. Sidrap 39,52
21. Selayar 39,26
22. Maros 16,00
23. Enrekang 15,10
24. Gowa 12,60. (

Pos terkait