Jamaah Masjid Raya Parepare Gelar Salat Gerhana Matahari Hibrida

Jamaah Masjid Raya menggelar Salat Gerhana Matahari

PAREPARE, KILASSULAWESI– Ratusan jamaah Masjid Raya Kota Parepare menggelar Salat Gerhana Matahari Hibrida, Kamis, 20 April 2023. Salat Gerhana Hibrida dipimpin Imam Masjid Raya Ustadz Hasyim Usman.

Pelaksanaannya, bertepatan dengan 29 Ramadhan 1444 H, dimana hampir seluruh provinsi di Indonesia melihat fenomena gerhana matahari hibrida. Sebelum dilaksanakan, Ustadz Hasyim Usman memberikan penjelasan terkait tata cara pelaksanaan Salat Gerhana Matahari Hibrida.

” Bacaan niatnya, Ushalli sunnatan-likhusuufi-syamsi imaaman/makmuman lillali ta’ala Artinya: Saya berniat mengerjakan salat sunah Gerhana Matahari sebagai imam/makmum karena Allah semata,” ujanya.

Niat dibaca di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Kedua, Takbiratul ihram seperti shalat biasa.
Ketiga, membaca doa iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al-Fatihah dan membaca surat yang panjang dengan di-jahr-kan (perdengarkan) suaranya. Keempat, kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.

Kelima, bangkit dari ruku’ (i’tidal).
Keenam, setelah I’tidal ini tidak langsung sujud, tapi dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat yang panjang (berdiri yang kedua lebih singkat dari pertama). Ketujuh, ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya. Kedelapan, bangkit dari ruku’ (i’tidal).

Kesembilan, sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali. Kesepuluh, bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama (bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya).

Kesebelas, tasyahud. Kedua belas, salam. “Salat kita akhiri dengan membaca takbir, bukan karena lebaran. Tapi sebagai tanda kita telah melaksanakan Salat Gerhana Matahari,”tutupnya.

Berdasarkan penjelasan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), gerhana matahari terjadi saat Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam posisi segaris sehingga membuat Matahari tertutup Bulan.

Sedangkan, gerhana matahari hibrida adalah gerhana Matahari yang memiliki dua macam gerhana berbeda yang terjadi dalam satu waktu secara berurutan dalam satu fenomena.

Hal ini terjadi dimulai dengan gerhana matahari cincin, lanjut berubah menjadi gerhana matahari total, hingga berakhir dengan gerhana matahari cincin kembali.
Selama gerhana, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan Salat Gerhana Matahari atau Salat Kusuf.

Gerhana Matahari Hibrida menjadi fenomena alam yang sangat langka karena hanya terjadi sekali dalam seratus tahun. Gerhana terjadi ketika bulan memblokir cahaya matahari secara sebagian, namun tidak sepenuhnya, sehingga hanya bagian kecil dari matahari yang tampak di langit.

Gerhana Matahari Hibrida terjadi ketika orbit bulan sedikit lebih jauh dari bumi, sehingga ukuran bulan tampak lebih kecil dari ukuran matahari. Fenomena Gerhana Matahari Hibrida di Indonesia akan terlihat paling awal di Jawa Barat pada pukul 09.26 WIB, sedangkan waktu kontak paling akhir akan terjadi di Papua pada pukul 15.30 WIT. Oleh karena itu, masyarakat di seluruh Indonesia diimbau untuk mempersiapkan diri untuk menyaksikan fenomena langka ini. (*)

Pos terkait