Harapan Prof Husain Syam di HUT Pemprov Sulbar ke 19

Rektor UNM, Prof Husain Syam

MAMUJU, KILASSULAWESI– Sejumlah tokoh masyarakat hadir dalam HUT Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ke 19. Salah satunya, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Husain Syam. Guru besar kelahiran Kanang, Kabupaten Polewali Mandar yang kerap disapa PHS
memberikan pandangannya mengenai Sulbar diusianya saat ini.

Pria yang digadang-gadang menjadi salah satu bakal calon gubernur Sulbar itu terus memberi bukti, komitmen dan perhatiannya terhadap kemajuan kampung halamannya. Di usia Sulbar ke 19, Prof Husain Syam mengungkapkan, segala bentuk kemajuan yang dialaminya selama ini tidak lepas dari pengaruh sejarah terbentuknya daerah itu menjadi provinsi ke-33 di Indonesia. “Jadi, daerah kalau mau maju itu harus menghargai sejarah, sebagai tolak ukur atau dasar untuk bisa melangkah,” kata PHS.

Bacaan Lainnya

Menurut PHS, salah satu hal penting yang tidak boleh dilupakan dalam kemajuan suatu daerah ialah memberikan apresiasi terhadap para pejuang yang sudah memberikan pengorbanan untuk terbentuknya Sulbar. “Kita semua yang ada di Sulbar, sampai di usia 19 tahun, seperti apapun yang terjadi, tetap yang pertama adalah apresiasi pejuang, letak sejarah,” ujar PHS.

Selain itu, menurut PHS, apresiasi juga harus diberikan terhadap para pemimpin yang sudah melakukan banyak hal terhadap Sulbar. Meski, dalam memimpin terdapat banyak hal ada negatif dan positif. “Mulai dari gubernur pertama dan seterusnya, karena itu bagian yang tidak terpisahkan dari semua proses yang berjalan sampai hari ini,” pungkas PHS.

Meski banyak kekurangan yang tidak bisa ditepikan dalam kepemimpinan gubernur sebelumnya selama menjabat. Kekurangan itu menurut PHS harus menjadi tugas pemimpin berikutnya untuk melengkapinya. “Tentu pemimpin berikutnya mesti memperbaiki yang lemah dan mempertahankan, serta memasifkan yang sudah ada,” imbuh PHS.

Menurut PHS, pemerintahan harus dijalankan secara sustainability atau berkelanjutan, bukan step by step atau selangkah demi selangkah, demi perkembangan yang pesat. “Kalau sudah ada yang dilakukan pendahulu, harus dilanjutkan (pimpinan) yang berikut, yang kurang diperbaiki,” tutupnya.(*)

 

 

 

Pos terkait