Jalur Kota Cinta, Pertamina Jamin Distribusi BBM Warga Sulselbar

Aktivitas mancing warga disekitar Depot Pertamina di Kota Parepare

PAREPARE, KILASSULAWESI–Keberadaan dan pengoperasian suatu perusahaan sangat penting untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Manfaat beroperasinya perusahaan disuatu wilayah dapat memberikan dorongan bagi perekonomian warga dalam bentuk penciptaan lapangan kerja, pembukaan jenis usaha baru, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan berbagai kontribusi positif lainnya.

Sehingga keberadaan perusahaan
harus bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dan lingkungannya. Hal ini tidak bisa lepas dari hubungan dimana perusahaan bisa hidup dan berkembang karena ditopang oleh adanya kelompok masyarakat, begitupun sebaliknya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa tanpa pengelolaan yang baik, operasional
perusahaan rentan terhadap potensi
munculnya konflik sosial diantara masyarakat.

Bacaan Lainnya

Laporan: Ade Cahyadi

Contoh dengan hadirnya Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) yang merupakan milik PT Pertamina yang bergerak dibidang Energi dan Gas di daerah bertajuk Kota Cinta yakni, Parepare. Sejak dioperasikan Tahun 1972, luasan Depot Parepare kurang lebih 37 ribu meterpersegi.

Keberadaan TBBM Parepare yang ditopang dengan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan peraturan lingkungan hidup dan tanggung jawab sosial (CSR).

Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Reg Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw menjelaskan, PT Pertamina berkewajiban untuk mengamankan dan menjamin ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak untuk masyarakat.

Maka, dengan keberadaan TBBM Parepare sangatlah penting untuk menjamin ketersediaan bahan bakar disejumlah wilayah di bagian Utara Sulsel. TBBM merupakan fasilitas yang berfungsi untuk menerima, menyimpan, dan menyalurkan bahan bakar minyak ke daerah pada wilayahnya.

Saat ini, besaran suplai BBM perbulan yang terealisasi baik itu Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Solar, Dexlite, Pertadex Kurang lebih sebanyak 2.600 Metrik Ton per September 2023. Itu, lanjut pria yang akrab disapa Ogie, disalurkan ke 199 Lembaga penyalur seperti SPBU Reguler, SPBU Mini SPBUN, Pertashop Bunker/Industri/Polri.

Dari jalur Kota Cinta pemenuhan TBBM Parepare meliputi, Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, Sidrap, Barru, Wajo, Soppeng, Tana Toraja, Bone di Sulawesi Selatan. Termasuk empat kabupaten di Sulawesi Barat yaitu Polman, Majene, Mamuju, dan Mamasa. ” Saat ini jumlah personel di TBBM Parepare mulai tenaga organik, pekerja mandays sebagai administrasi, tenaga cleaning service itu berjumlah 51 orang,”ungkap Ogie.

Dalam pelaksanaan program TBBM Parepare, utamanya dalam tanggungjawab sosial bagi masyarakat sekitarnya. Program CSR yang dimiliki seperti program kampung bio berdikari yaitu Program Pengembangan Energi Baru Terbaharukan (EBT) berbasis Community Involvement Development (CID).

Tujuannya, untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap energi ramah lingkungan, terjangkau, berkelanjutan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
Program Ecoeduwisata di Kebun Raya Jompie yaitu Program TJSL berupa pelatihan pengembangan hutan kota menjadi menjadi pusat pendidikan lingkungan berbasis wisata. Dan program Mydarling yaitu Program TJSL atau pelatihan dan Plpengembangan wilayah Kota yang ramah lingkungan.

Ogie mengakui, kendala yang dialami dalam penyaluran BBM adalah kondisi cuaca sehingga memperlambat datangnya kapal tangker dan upaya dalam menjaga keselamatan warga sekitar dengan memperkuat aspek HSSE dalam setiap kegiatan operasional. ” Setiap pekerja diwajibkan untuk intervensi, patuh dan peduli pada setiap aktivitas yang menimbulkan bahaya,”tegasnya.

Keselematan warga juga diperhatikan oleh Fuel Terminal (FT) Parepare yaitu dengan mengadakan sosialisasi tentang kebencanaan yang mungkin saja terjadi. “Buktinya dengan melakukan kegiatan simulasi Organisasi Keadaan darurat (OKD) untuk mengantisipasi serta mengambil langkah yang tepat kepada warga pada saat nanti terjadi bencana incident kecelakaan besar di FT,” ungkapnya.

Apalagi, Parepare termasuk wilayah yang akan menjadi penyangga Ibu Kota Negara (IKN) yang akan menjadi wilayah sangat besar, sehingga kebutuhan distribusi BBM pun akan meningkat. Oleh karena itu, kita harus perhatikan apakah wilayahnya ini perlu pengembangan atau tidak dan seperti apa nantinya, itu akan dikaji lebih lanjut dengan pemerintah daerah.

Peduli Lingkungan

Kehadiran Terminal Pengisian Bahan Bakar Minyak (TBBM) mendukung kegiatan yang berorientasi pelestarian lingkungan hidup, khususnya wilayah pesisir pantai Parepare dan Pinrang. Sadar perusahaannya juga bersinggungan langsung dengan lingkungan, maka perusahaannya sangat menyadari untuk menjaga alam lingkungan hidup.

Hal itu diakui pemerhati lingkungan Kota Parepare, Iqbal Rahim Gani dibawah naungan LSM Lingkar Hijau. Iqbal mengakui, kesadaran menjaga lingkungan memang sangat diperhatikan perusahaan plat merah tersebut.” Bukti kecil terjaganya lingkungan dapat dilihat di pagi hari, jika warga banyak mancing diarea sekitar TBBM,”singkatnya.

Bukan hanya itu, lanjut Iqbal, melalui program-program yang diperlukan mulai dari pelatihan, pendampingan hingga bantuan pengadaan sarana dan prasarana untuk mengembangkan usaha ekonomi masyarakat, hingga Usaha Kecil Menengah (UKM) patut diapresiasi.

Seperti diketahui program CSR Pertamina hingga saat ini memiliki 30 program local community fauna dan 16 program dengan lokal community menyangkut flora. Ini menjadi bukti bahwa program CSR Pertamina selalu mengutamakan aspek lingkungan dan berusaha memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *