Tradisi Pengantaran Tugas Wakil Panglima TNI: Simbol Loyalitas dan Komitmen Bangun Pertahanan Negara

Jenderal TNI Tandyo Budi Revita saat menyampaikan sambutan dalam tradisi pengantaran tugas sebagai Wakil Panglima TNI.

JAKARTA — Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta Pusat, saat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengikuti tradisi pengantaran tugas sebagai Wakil Panglima TNI.

Upacara yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ini menjadi penanda transisi penting dalam estafet kepemimpinan TNI, sekaligus refleksi atas dedikasi dan pengabdian panjang Jenderal Tandyo selama menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI AD (Wakasad).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Jenderal Tandyo menyampaikan permohonan maaf dan penghargaan tulus kepada seluruh jajaran TNI AD atas dukungan dan kerja sama selama masa tugasnya.

“Saya mohon maaf apabila dalam tutur kata, tingkah laku, atau kontribusi saya belum maksimal. Jika ada karya yang lahir dari Angkatan Darat, itu adalah hasil kerja bersama. Tidak ada produk yang dihasilkan oleh satu orang saja,” ungkap mantan Danrem 142 Tatag itu dengan nada penuh empati dan kerendahan hati.

Lebih dari sekadar perpisahan, momen tersebut juga menjadi ruang refleksi strategis. Jenderal Tandyo menegaskan pentingnya komitmen kolektif prajurit dalam memperkuat sistem pertahanan negara melalui doktrin Sishankamrata (Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta).

Ia mengapresiasi capaian Presiden RI Prabowo Subianto yang dalam 390 hari kepemimpinannya berhasil membentuk 100 batalyon baru sebagai bagian dari pemekaran satuan TNI. “Ini bukan sekadar angka, tapi bukti nyata bahwa kita sedang membangun pertahanan pulau-pulau besar dan gugusan strategis secara terintegrasi,” tegasnya.

Puncak acara ditandai dengan penciuman Panji TNI AD Kartika Eka Pakci oleh Jenderal Tandyo, sebuah prosesi simbolik yang merepresentasikan loyalitas, pengabdian, dan tekad menjaga kejayaan TNI AD. Tradisi ini bukan hanya seremonial, melainkan wujud penghormatan atas dedikasi seorang prajurit yang telah menorehkan jejak pengabdian dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Suasana penuh kekeluargaan yang tercipta dalam acara tersebut mencerminkan soliditas dan jiwa korsa yang menjadi fondasi kekuatan TNI. Tradisi pengantaran tugas ini menegaskan bahwa estafet kepemimpinan di tubuh TNI selalu dilandasi semangat kebersamaan, loyalitas, dan komitmen menjaga kehormatan bangsa.(*)

Pos terkait