Media sebagai Pilar Ekosistem Kreatif

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya

JAKARTA — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjajaki kemitraan strategis dengan Radio Elshinta dalam upaya memperkuat peran radio sebagai pilar penyebaran informasi dan edukasi dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjangkau publik secara lebih luas melalui distribusi informasi yang akurat, relevan, dan membangun partisipasi masyarakat dalam program-program kreatif pemerintah.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyampaikan optimismenya terhadap sinergi ini usai melakukan audiensi di Kantor Radio Elshinta, Jakarta. “Elshinta merupakan living legend dalam industri radio Indonesia. Di tengah disrupsi digital, Elshinta tetap eksis dan bahkan telah merambah ke platform digital. Kehadiran media seperti Elshinta sangat penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, terutama sebagai sarana penyebaran gagasan, edukasi, dan interaksi yang membangun,” ujar Riefky.

Bacaan Lainnya

Dalam paparannya, Menteri Ekraf menekankan pentingnya hilirisasi kerja sama lintas sektor melalui pendekatan hexahalix—melibatkan asosiasi, swasta, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan. Ia menyebut bahwa dalam 10 bulan terakhir, Kemenparekraf telah menandatangani berbagai nota kesepahaman (MoU) dengan mitra strategis, yang kini difokuskan untuk diimplementasikan hingga ke level komunitas dan pelaku usaha.

“Elshinta, dengan jangkauan dan kredibilitasnya, dapat menjadi mitra penting untuk memastikan bahwa kerja sama ini benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat,” tambahnya.

Dari Musik ke Media Berita

Radio Elshinta, yang didirikan oleh Suyoso Karsono (Mas Yos) pada 1968, dikenal sebagai pionir radio berita di Indonesia. Berawal dari siaran musik oldies dan jazz, Elshinta bertransformasi menjadi stasiun berita nonstop pasca krisis 1997–1998 melalui program interaktif “Info Dari Anda.” Kini, dengan program seperti Elshinta News and Talk, Diskusi Interaktif, serta siaran internasional dari BBC, CRI, dan NHK, Elshinta terus mengukuhkan peran radio sebagai media publikasi yang responsif dan terpercaya.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Penyiar Radio Seluruh Indonesia (PERSIARI), Suwiryo, yang juga merupakan penyiar senior Elshinta, menyoroti tantangan disrupsi digital yang dihadapi industri radio, khususnya di daerah. Ia menilai bahwa sinergi antara pemerintah, media, dan asosiasi profesi dapat menjadi kunci dalam menciptakan talenta radio yang adaptif dan berkualitas.

“Para pegiat kreatif radio di daerah sudah cukup teredukasi terkait pergeseran tren ke digital. Yang mereka butuhkan adalah pendampingan. Kami berharap Kemenparekraf bersama Elshinta dan PERSIARI dapat menciptakan program pelatihan yang mendorong lahirnya talenta radio yang siap menghadapi perubahan zaman,” ujar Suwiryo.

Wakil Pemimpin Redaksi Elshinta, D.S. Krisanti, menegaskan pentingnya keterbukaan informasi dalam memperkuat partisipasi publik. Menurutnya, sinergi antara media dan pemerintah sangat krusial agar capaian dan program Kemenparekraf dapat diketahui dan direspons oleh masyarakat secara luas.

“Masyarakat perlu tahu apa yang sudah dicapai oleh Kemenparekraf. Jika informasi ini tidak sampai, partisipasi masyarakat menjadi kurang. Dengan informasi yang jelas dan tersampaikan hingga ke lini terbawah, partisipasi mereka akan jauh lebih besar,” tegas Krisanti.

🤝 Audiensi Dihadiri Pejabat dan Tokoh Media

Audiensi tersebut turut dihadiri oleh jajaran Kemenparekraf, antara lain Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi, Media & Pelayanan Publik Renanda Bachtar, Plt. Kepala Biro Komunikasi Kiagoos Irvan Faisal, Direktur Televisi dan Radio Pupung Thariq Fadhillah, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Media dan Opini Publik.

Dari pihak Radio Elshinta, hadir Ahmad Setiawan (Senior Eksekutif Produser), Nandang Karyadi (Eksekutif Produser), dan Remon Fauzi (Sekretaris Redaksi).(*)

Pos terkait