PAREPARE— Di tengah perjalanan menuju Kota Parepare, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menerima panggilan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang baru saja mendarat di Qatar. Dalam percakapan tersebut, Presiden menanyakan perkembangan kunjungan kerja sang menteri di Sulawesi Selatan.
Hal itu pun menandakan kepemimpinan yang aktif dan penuh perhatian terhadap pelaksanaan program strategis di daerah. “Presiden Prabowo selalu mengecek pekerjaan dan tugas para menterinya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kepemimpinan yang ingin memastikan semuanya terlaksana sesuai rencana,” ujar Maruarar melalui akun resminya, Jumat, 12 September 2025, malam.
Dalam laporannya, Maruarar menyampaikan bahwa penyerahan empat unit rumah subsidi Bantuan Presiden kepada keluarga korban di Makassar telah berjalan lancar, termasuk proses renovasi rumah di Kabupaten Wajo oleh SMF, pembiayaan mikro sektor informal oleh PNM, serta pembenahan kawasan kumuh.
Kunjungan Maruarar berlanjut ke Kota Parepare, tanah kelahiran Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Di sana, ia menyerahkan bantuan 10 unit rumah KPR di Perumahan Grand Sulawesi. Kedatangannya disambut hangat oleh Wali Kota Parepare, jajaran Forkopimda, dan tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan pun ditutup dengan sebuah lagu kita semua bersudara oleh Edo Kondologit. Sebelumnya, di Makassar, Maruarar meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera menyalurkan 20 ribu unit rumah subsidi kepada masyarakat. Angka ini merupakan alokasi terbesar secara nasional, dari total 350 ribu unit rumah subsidi yang telah disiapkan oleh Kementerian PKP untuk tahun 2025 naik signifikan dari kuota sebelumnya sebesar 220 ribu unit.
“Ini sejarah baru untuk Indonesia. Presiden Prabowo akan meresmikan 25 ribu unit rumah subsidi sekaligus pada akhir September. Rumah subsidi yang berkualitas sangat dibutuhkan rakyat,” tegas Maruarar.
Program rumah subsidi ini menawarkan berbagai kemudahan: bunga rendah 5 persen, uang muka hanya 1 persen, tenor panjang, serta pembebasan biaya BPHTB dan PBG. Maruarar menyebut, skema ini dirancang agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki hunian layak tanpa beban berat.
Maruarar juga menitipkan pesan kepada Pemprov Sulsel agar segera menyalurkan rumah subsidi hingga akhir tahun. Ia menekankan bahwa alokasi 20 ribu unit untuk Sulsel adalah bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kesiapan daerah dalam mendukung program perumahan rakyat.(*)






