Dari Kavaleri ke Kursi Wakil Gubernur Sulbar: Kiprah Salim Mengga

Mayor Jenderal TNI (Purn) Salim S. Mengga

Sulawesi Barat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin, tetapi juga seorang tokoh dengan rekam jejak panjang dalam dunia militer dan politik. Mayor Jenderal TNI (Purn) Salim S. Mengga, Wakil Gubernur Sulawesi Barat, berpulang pada Sabtu pagi, 31 Januari 2025, di Rumah Sakit Siloam Makassar.

Almarhum lahir di Desa Pambusuang, Kabupaten Polewali Mandar, pada 24 September 1951. Ia merupakan putra dari Sayyid Mengga Alattas, Bupati Polewali Mamasa periode 1980–1990. Sejak kecil, Salim dikenal disiplin dan berprestasi. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar hingga SMA (1964–1970), ia memilih jalur militer dengan masuk AKABRI dan lulus pada tahun 1974.

Bacaan Lainnya

Karier Militer

Karier militernya dimulai di Kodam XIV/Hasanuddin, Sulawesi Selatan, sebagai Komandan Peleton Detasemen Kavaleri Yonkav 10 (1975–1978). Dari sana, perjalanan panjangnya membawanya ke berbagai penugasan strategis:
– Komandan Kompi Markas Yonkav 10 (1981–1983)
– Kepala Seksi Logistik Yonkav 10 (1983–1984)
– Guru Militer di Pusdikkav, Jawa Barat (1984–1985)
– Wakil Komandan Yonkav 2 Kodam IV/Diponegoro (1986–1989)
– Kepala Staf Kodim 0711/Pemalang (1989–1990)
– Komandan Kodim 0716/Demak (1993–1994)
– Asisten Sosial Politik Kasdam IV/Diponegoro (1995–1997)
– Komandan Korem 141 (1997–2001)
– Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (2001–2003)
– Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro (2003)
– Wakil Komandan Kodiklat TNI AD (2003–2005)
– Pangdam XV/Pattimura (2005–2006)

Rekam jejak ini menunjukkan dedikasi panjang Salim Mengga dalam menjaga stabilitas dan membina prajurit di berbagai daerah Indonesia.

Karier Politik

Setelah pensiun dari militer, Salim Mengga melanjutkan pengabdian di jalur politik. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2009–2016 dari Partai Demokrat. Kemudian, ia dipercaya menjadi Wakil Gubernur Sulawesi Barat, sebuah amanah yang dijalankannya dengan penuh komitmen hingga akhir hayat.

Teladan Bagi Rakyat Sulbar

Kepergian Salim Mengga meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Sulawesi Barat. Ia dikenang sebagai pemimpin yang berintegritas, disiplin, dan selalu menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya. Dari dunia militer hingga politik, jejak pengabdiannya menjadi warisan berharga bagi daerah dan bangsa.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan. (*)

Pos terkait