PANGKEP – Gunung Bulusaraung kembali menghembuskan kabar duka. Setelah enam hari pencarian penuh rintangan, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan enam jenazah baru dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 PK-THT di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.
Penemuan ini menambah panjang daftar korban yang berhasil dievakuasi dari tragedi udara yang menyita perhatian publik. Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, mengungkapkan temuan tersebut terjadi sekitar pukul 10.46 Wita.
“Tim melaporkan ditemukan saat ini sampai pukul 10.46 Wita, ada enam mayat,” ujarnya, Kamis, 22 Januari 2026, di Posko Operasi SAR gabungan.
Lokasi penemuan tersebar dalam radius 50 meter dari titik pertama korban ditemukan. Sebelumnya, dua korban telah berhasil diidentifikasi yakni, Florencia Lolita Wibisono (33), pramugari, ditemukan di jurang sedalam 500 meter. Identitasnya dipastikan lewat pencocokan data post mortem dan antemortem.
Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ditemukan di jurang 200 meter. Kepastian identitas diperoleh saat keluarga menerima peti jenazah di Biddokkes Polda Sulsel. Selain itu, tim juga menemukan potongan tubuh pada Rabu siang sekitar pukul 12.30 Wita.
Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyebutkan, “Informasi yang saya dapat lebih condong itu berupa body part (potongan tubuh-red). Pesawat ATR 42-500 PK-THT lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar pada Senin, 15 Januari 2026 pukul 08.08 WIB. Pesawat membawa 10 orang, terdiri dari 7 awak dan 3 penumpang KKP. Namun, pesawat hilang kontak dan kemudian ditemukan jatuh di kawasan pegunungan Bulusaraung.(*/tim)






