H Surianto: Jawa Timur Harus Jadi Lumbung Atlet Sepak Takraw

Ketua Umum PB PSTI, H Surianto saat mengukuhkan Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Timur

JATIM– Sepak takraw Jawa Timur memasuki babak baru. Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Timur resmi dilantik pada Minggu, 15 Februari 2026 di Hotel Platinum Surabaya.

Ketua Umum PB PSTI, H Surianto, menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung atlet sepak takraw Indonesia, dengan pembinaan berjenjang dari usia dini hingga dewasa.

Bacaan Lainnya

“Saya berharap Ketua Umum PSTI Jawa Timur bisa menggalakkan pembinaan atlet mulai dari usia dini, remaja, hingga dewasa. Potensi Jawa Timur sangat besar, dan ini menjadi harapan kami agar atlet daerah mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat regional maupun internasional,” tegas Ketua Gerindra Kota Parepare tersebut.

Semangat pembinaan itu mendapat dukungan dari Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil. Ia menilai liga resmi dan kompetisi berkesinambungan sangat penting untuk meningkatkan jam terbang sekaligus membangun mental bertanding atlet.

“Penguatan jam terbang melalui event resmi, baik nasional maupun internasional, sangat penting. Atlet yang sering bertanding akan lebih matang secara mental dan psikologis,” jelas Nabil.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki kapasitas menyelenggarakan berbagai kejuaraan, mulai dari Kejurprov hingga Jawa Timur Open, sebagai bagian dari seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Dalam pelantikan tersebut, juga diluncurkan buku panduan pembinaan sepak takraw Jawa Timur. Buku ini menjadi acuan bagi 29 pengurus cabang (Pengcab) PSTI di kabupaten/kota agar pembinaan berjalan sesuai koridor dan berbasis sport science.

Nabil menekankan bahwa sepak takraw adalah cabang olahraga terukur, minim rekayasa, sehingga ideal untuk pembinaan jangka panjang. Ia berharap Jawa Timur mampu bangkit setelah sebelumnya mengalami penurunan prestasi di PON.

Ketua Pengprov PSTI Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan komitmennya membawa perubahan besar dalam tata kelola dan pembinaan sepak takraw. Ia menargetkan Jawa Timur menjadi barometer nasional melalui kompetisi berjenjang, liga lokal, dan pembinaan berbasis sport science.

“Kami ingin menghadirkan napas baru, mulai dari pelatih, wasit, hingga pembinaan atlet berjenjang. Target kami jelas, Jawa Timur menjadi barometer sepak takraw nasional,” kata Aries.(*)

 

Pos terkait