Prestasi Nasional, Maros Sabet Penghargaan Menuju Kabupaten Bersih 2026

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (kiri) dan Bupati Maros, H.A.S Chaidir Syam (kanan).

JAKARTA – Kabupaten Maros kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Plakat Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih 2026.

Penghargaan bergengsi ini menjadi bentuk apresiasi atas kinerja luar biasa daerah tersebut, dalam pengelolaan kebersihan dan pelestarian lingkungan hidup.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam rangkaian Pemberian Penghargaan Menuju Kota/Kabupaten Bersih yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/02/2026).

Penghargaan tersebut, diterima langsung oleh Bupati Maros, H.A.S Chaidir Syam. Capaian ini tergolong istimewa karena melalui proses kurasi dan penilaian ketat dari tim pusat. Dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, Maros berhasil menembus jajaran 35 daerah terbaik.

Bupati Maros, H.A.S Chaidir Syam menyampaikan, bahwa prestasi ini merupakan buah dari kerja kolektif pemerintah daerah, petugas kebersihan, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Maros. Ini hasil kerja bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membangun kesadaran hidup bersih secara konsisten,”ujarnya.

Penilaian tahun ini tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik, tetapi juga mencakup inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi modern, keberlanjutan lingkungan hidup jangka panjang serta partisipasi publik dalam menjaga ekosistem lingkungan.

Bupati menegaskan, penghargaan ini menjadi mandat untuk memperkuat infrastruktur dan tata kelola sampah dari hulu hingga hilir.

“Kedepannya kami akan terus mendorong edukasi masyarakat agar sampah tidak sekadar dibuang, tetapi dikelola dan dipilah,”katanya.

Langkah tersebut sejalan dengan visi daerah mewujudkan lingkungan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Bupati Maros, H.A.S Chaidir Syam (kanan) dan Kepala DLH Maros, Andi Irfan Paharuddin (kiri).

“Meski telah meraih penghargaan, kami juga menegaskan agar capaian ini bukan sekadar seremonial, melainkan harus menjadi budaya hidup bersih yang mengakar di kehidupan masyarakat,”jelas Chaidir Syam.

Keberhasilan ini juga menjadi momentum bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maros untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah.

Sementara, Kepala DLH Maros, Andi Irfan Paharuddin menegaskan, bahwa prestasi nasional harus berdampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, prioritas ke depan adalah memastikan sistem sanitasi dan pengangkutan sampah semakin terintegrasi, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Target kami bukan sekadar koleksi penghargaan, tetapi bagaimana semangat ini hadir di rumah-rumah warga. Infrastruktur sanitasi dan sistem pengangkutan sampah akan terus kami benahi,”tegasnya.

Raihan Plakat Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih 2026 menjadi tonggak penting perjalanan Maros dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

“Tentunya kami berharap prestasi ini menjadi pemicu lahirnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan demi kualitas hidup generasi mendatang,”kata Andi Irfan.

Dengan komitmen berkelanjutan dan dukungan masyarakat, Maros menegaskan langkahnya menuju daerah yang tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga tangguh dalam pengelolaan lingkungan hidup.(*)

Pos terkait