Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Warga Talaka Olah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme, Perkuat Gerakan Lingkungan Berkelanjutan

Mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Najwa Zahirah bersama rekannya saat memberikan materi dan praktik pembuatan eco enzyme kepada ibu rumah tangga di RW 4 dan RW 10, Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma'rang, Kabupaten Pangkep.

PANGKEP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), Najwa Zahirah, menggelar Pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) Eco Enzyme bagi ibu rumah tangga di RW 4 dan RW 10, Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, pada 27–28 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik rumah tangga.

Bacaan Lainnya

Program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya mengurangi timbunan sampah organik melalui pemanfaatan bahan-bahan yang selama ini kerap dibuang begitu saja. Pendekatan edukatif dipadukan dengan praktik langsung agar ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan penuh dari Ketua RW 4, Iskandar, S.Pd., dan Ketua RW 10, H. Asri. Keduanya berperan aktif mengoordinasikan warga sehingga pelatihan dapat berlangsung tertib, efektif, dan menjangkau masyarakat yang menjadi sasaran program.

Penanggung jawab kegiatan, Najwa Zahirah, menjelaskan bahwa pelatihan tidak hanya berisi penyampaian teori, tetapi juga membimbing peserta memahami tahapan pembuatan eco enzyme mulai dari pemilihan bahan hingga proses fermentasi.

“Kami ingin menghadirkan solusi sederhana yang dapat diterapkan oleh setiap rumah tangga. Limbah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai sebenarnya dapat diolah menjadi produk yang memiliki banyak manfaat,” ujar Najwa Zahirah.

Selama pelatihan, peserta diperkenalkan pada konsep dasar eco enzyme sebagai cairan hasil fermentasi limbah organik, gula merah atau molase, dan air. Produk tersebut dikenal memiliki beragam fungsi, mulai dari pembersih alami, pupuk cair organik, hingga penghilang bau yang ramah lingkungan.

Selain memperkenalkan manfaat praktis, kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai dampak lingkungan akibat meningkatnya volume sampah organik.

Edukasi tersebut diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat dari sekadar membuang limbah menjadi memanfaatkannya secara produktif.

“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Ketika setiap keluarga mampu mengolah sampah organiknya sendiri, maka dampak positifnya akan dirasakan oleh lingkungan secara luas,” kata Najwa.

Sesi praktik menjadi bagian yang paling menarik perhatian peserta. Dengan didampingi mahasiswa KKN, para ibu rumah tangga langsung mempraktikkan proses pencampuran bahan sesuai komposisi yang dianjurkan sehingga mereka memahami setiap tahapan secara langsung.

Diskusi berlangsung interaktif. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai jenis limbah organik yang dapat digunakan, perbandingan bahan, lama fermentasi hingga cara penyimpanan agar kualitas eco enzyme tetap terjaga.

“Program ini juga menjadi bentuk implementasi nyata dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta Tujuan 13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim,”papar Najwa.

Melalui pengurangan sampah organik, masyarakat didorong ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan program kerja, tetapi juga sarana membangun kolaborasi dengan masyarakat melalui transfer pengetahuan yang aplikatif,”ucapnya.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan di tingkat rumah tangga.

“Keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, tetapi dari sejauh mana masyarakat mampu menerapkan dan membiasakan pengolahan limbah organik secara mandiri setelah pelatihan selesai,” jelas Najwa.

Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap pelatihan eco enzyme dapat menjadi langkah awal lahirnya budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Talaka. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah lingkungan dan warga, dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan diharapkan semakin kuat sekaligus menciptakan kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa edukasi yang berkelanjutan akan melahirkan masyarakat yang semakin peduli terhadap lingkungan. Semoga gerakan kecil ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk melakukan hal yang sama,” tutup Najwa Zahirah.

Sementara, Ketua RW 4, Iskandar mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin yang dinilai menghadirkan program dengan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru kepada warga sekaligus mengajarkan cara mengurangi sampah rumah tangga secara mandiri,” ungkap Iskandar.

Hal senada disampaikan Ketua RW 10, H. Asri. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap isu kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti di sini, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada warga lainnya,” tutur H. Asri.(*)

Pos terkait