Muswil ke-3 ISMI Sulsel Resmi Dibuka, Soroti Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Umat

Ketua Umum MPP ISMI, Ilham Akbar Habibie

MAKASSAR– Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, secara resmi membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-3 Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar, Selasa (3/6/2025). Acara ini menjadi momentum penting dalam merumuskan strategi menghadapi tantangan ekonomi umat di masa depan.

Muswil kali ini mengusung tema “Membangun Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Umat Melalui Teknologi dan Inovasi”, yang mencerminkan urgensi adaptasi terhadap tantangan global seperti krisis pangan, perubahan iklim, dan disrupsi teknologi. Turut hadir dalam acara ini Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat (MPP) ISMI Ilham Akbar Habibie, Sekjen MPP ISMI Juliana Wahid, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, serta Ketua ISMI Sulsel Andi Yusran Paris.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Jufri Rahman membacakan pernyataan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, yang menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar ajang konsolidasi, melainkan juga wahana strategis dalam memperkuat ekonomi umat.

“Tema yang diangkat ini sangat relevan dan visioner. Tantangan global saat ini, mulai dari krisis pangan hingga ketimpangan ekonomi, menuntut kita untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan mengedepankan keberpihakan kepada umat,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kedaulatan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan pokok, tetapi juga mencakup aspek distribusi, aksesibilitas, serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Dalam hal ini, peran saudagar muslim menjadi sangat penting untuk membangun ekosistem ekonomi berbasis keumatan, terutama dengan pendekatan teknologi yang adaptif dan inovatif.

Ketua Umum MPP ISMI, Ilham Akbar Habibie, dalam sambutannya menyoroti tiga aspek utama, yakni pangan, ekonomi umat, serta teknologi dan inovasi. Menurutnya, kedaulatan pangan harus menjadi perhatian utama karena sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat.

“Kita harus menekankan bagaimana menjalankan program kedaulatan pangan, karena ini sesuai dengan kebijakan nasional. Selain itu, kita juga perlu mendorong program usaha yang dapat membantu negara dan bangsa kita,” ungkap Ilham.

Sementara itu, Ketua ISMI Sulsel Andi Yusran Paris berharap Muswil kali ini dapat melahirkan gagasan inovatif serta program strategis yang mampu menghadapi tantangan ekonomi umat ke depan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan ISMI dalam mewujudkan ketahanan ekonomi dan pangan di daerah.

Muswil ke-3 ISMI Sulsel diharapkan menghasilkan keputusan terbaik yang memperkuat ukhuwah dan membawa keberkahan bagi masyarakat. Pemprov Sulsel mendorong agar semangat musyawarah ini melahirkan solusi konkret demi kemajuan umat dan daerah.

“Kami berharap para saudagar muslim Sulawesi Selatan mampu menjadi pelopor dalam pengembangan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi antara pelaku usaha, akademisi, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan,” ujar Jufri.

Dengan adanya Muswil ini, ISMI Sulsel bertekad mengawal langkah-langkah nyata dalam membangun ekonomi umat berbasis inovasi, teknologi, dan keberlanjutan.(*)

Pos terkait