MAKASSAR– Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan bahwa inovasi harus menjadi budaya kerja dalam pemerintahan guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sambutannya pada kegiatan Penguatan Inovasi Daerah Tahun 2025 yang berlangsung selama dua hari, 3–4 Juni 2025, di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (SKMP) LAN RI, Kota Makassar.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, serta para inovator dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan guru.
Dalam forum tersebut, Tasming Hamid mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk tidak sekadar mematuhi regulasi, tetapi juga mengembangkan solusi kreatif dan aplikatif guna menjawab berbagai tantangan di masyarakat. Ia menekankan bahwa inovasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi, melainkan juga mencakup pola pikir, metode kerja, serta strategi pelayanan yang lebih progresif.
“Inovasi harus menjadi budaya kerja. Tidak cukup hanya mengikuti aturan, tetapi harus mampu menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai permasalahan yang ada,” ujar Tasming.
Tasming juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mendorong kebijakan yang partisipatif dan tepat sasaran. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha, perguruan tinggi, media, serta masyarakat sipil akan memperkuat ekosistem inovasi pemerintahan.
“Pelayanan publik yang inovatif hanya dapat terwujud jika semua pihak turut berkontribusi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan. Kolaborasi antara Pemkot Parepare, LAN, dan BRIN diharapkan melahirkan program yang aplikatif dan berkelanjutan,” paparnya.
Tasming Hamid menegaskan bahwa pola kerja konvensional tidak lagi relevan dalam menghadapi tuntutan zaman. Untuk itu, perangkat daerah, terutama Bappeda, diminta menetapkan target inovasi yang jelas dan terukur.
Ia memberikan contoh pengembangan aplikasi Parepare Dalam Genggaman yang digagas oleh Pemkot Parepare bersama Institut Teknologi BJ Habibie (ITH). Aplikasi ini bertujuan mempermudah masyarakat mengakses berbagai layanan dalam satu platform digital terintegrasi.
“Kami berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya inovasi dari seluruh perangkat daerah. Aplikasi *Parepare Dalam Genggaman* dibuat untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah,” tambahnya.
Kegiatan Penguatan Inovasi Daerah Tahun 2025 menjadi wujud keseriusan Pemerintah Kota Parepare dalam menjadikan inovasi sebagai fondasi utama tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.(*)






