MAJENE – Dalam rangka menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi laut, Personel Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) Polres Majene melaksanakan pengamanan pemberangkatan Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 93 Perintis yang bertolak dari Pelabuhan Passarang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, menuju Pelabuhan Silopo, Kabupaten Polewali Mandar, pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kasat Polair Polres Majene, Iptu Armin, sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut, khususnya kapal perintis yang menjadi sarana vital mobilitas warga antarwilayah.
Berdasarkan data manifes, KM Sabuk Nusantara 93 mengangkut sebanyak 178 penumpang, dengan rincian 157 penumpang dewasa, 17 anak-anak, dan 4 bayi. Seluruh penumpang dipastikan telah melalui proses pemeriksaan sesuai prosedur keselamatan pelayaran sebelum kapal diberangkatkan.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Sat Polair Polres Majene bersinergi dengan Syahbandar Kabupaten Majene, PT Pelni Cabang Parepare, serta Petugas Karantina Hewan dan Ikan Satker Pelabuhan. Kolaborasi lintas instansi ini difokuskan pada kegiatan pengecekan identitas penumpang, pengawasan barang bawaan, serta memastikan tidak adanya muatan berbahaya atau melanggar ketentuan yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
Kasat Polair Polres Majene, Iptu Armin, menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari upaya preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, sekaligus memastikan seluruh tahapan pemberangkatan kapal berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Kami hadir untuk memastikan seluruh proses pemberangkatan kapal berlangsung aman, tertib, dan lancar. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama, sehingga setiap penumpang dan barang bawaan harus melalui pemeriksaan yang ketat,” ujar Iptu Armin.
Dengan pengamanan yang optimal dan sinergi antarinstansi, KM Sabuk Nusantara 93 akhirnya diberangkatkan dalam kondisi aman dan kondusif. Sat Polair Polres Majene berharap kehadiran Polri di kawasan pelabuhan dapat memberikan rasa tenang kepada masyarakat serta mendukung kelancaran transportasi laut sebagai urat nadi perekonomian dan konektivitas wilayah di Sulawesi Barat.





