Pambusuang Jadi Simbol, Kajati Sulbar Hormati Warisan Integritas

Kajati Sulbar saat berkunjung di kediaman Alm Baharuddin Lopa di Desa Pambusuang

POLMAN– Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat Dr. Budi Hartawan Panjaitan, S.H., M.H. bersama Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulbar Ny. Nova Budi Panjaitan melaksanakan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Polewali Mandar, Rabu, 15 Juli 2026, lalu.

Dalam kunjungan resmi tersebut, Kajati Sulbar didampingi Asisten Pembinaan, Asisten Intelijen, dan Asisten Tindak Pidana Khusus. Rombongan meninjau seluruh ruangan di masing-masing bidang, sekaligus memberikan pengarahan langsung kepada seluruh pegawai Kejari Polman. Kepala Kejari Polman Nurcholis, S.H., M.H. bersama Ketua IAD Daerah Polman Ny. Lisa Nurcholis turut mendampingi.

Bacaan Lainnya

Silaturahmi ke Kediaman Baharuddin Lopa

Agenda kunjungan kerja juga diwarnai dengan silaturahmi ke kediaman almarhum Baharuddin Lopa, mantan Jaksa Agung Republik Indonesia yang dikenal sebagai ikon integritas kejaksaan. Kehadiran Kajati Sulbar bersama jajaran dan IAD disambut hangat oleh keluarga serta kerabat besar Baharuddin Lopa.

Momentum ini menjadi simbol penghormatan atas kiprah Baharuddin Lopa yang lahir di Desa Pambusuang, Kecamatan Balanipa, Polewali Mandar. Sosoknya dikenal sebagai jaksa yang tegas, berani, dan bersih dari praktik korupsi. Warisan moralnya masih menjadi teladan bagi generasi jaksa hingga kini.

Desa Warisan Integritas

Kunjungan kerja pada Kamis, 16 Juli 2026 di Desa Pambusuang, Kecamatan Balanipa, kampung halaman Baharuddin Lopa. Desa pesisir ini bukan sekadar titik geografis, melainkan simbol sejarah kejaksaan Indonesia. Kehadiran Kajati Sulbar di Desa Pambusuang mempertegas komitmen institusi untuk menjaga warisan integritas yang ditinggalkan Lopa, sekaligus mengingatkan bahwa akar perjuangan hukum nasional lahir dari desa kecil di Polewali Mandar.

Dengan menyusuri jejak Baharuddin Lopa di Pambusuang, Kajati Sulbar menegaskan bahwa kejaksaan tidak hanya hadir di ruang-ruang birokrasi, tetapi juga menyatu dengan masyarakat dan sejarah lokal.

Pos terkait