Filosofi Nene Mallomo Terus Melekat di Hati AKBP Budi Wahyono

KILASSULAWESI.COM, SIDRAP — Acara kenal pamit Kapolres Sidrap berlangsung di halaman Mapolres Sidrap, Jalan Bau Massepe, No 1 Pangkajene, Kecamatan Maritengae, Kamis, 20 Februari 2020.

Dalam acara ini, AKBP Budi Wahyono melepas secara resmi jabatan Kapolres Sidrap dan diserahkan kepada pejabat baru AKBP Leonardo Panji Wahyuddin.

Sebelum meninggalkan Mapolres Sidrap ke jabatan barunya sebagai Kapolres Takalar, AKBP Budi Wahyono punya banyak kesan selama bertugas di Sidrap selama 1 tahun 2 bulan.

Meski berdarah Jawa, Karakter budaya Bugis Sidenreng sudah melekat dalam diri AKBP Budi Wahyono bersama keluarganya.

Hal tersebut disampaikan saat melakukan serah terima jabatan (sertijab) di aula Prama Satwika Mapolres Sidrap.

“Saya sangat memaknai budaya Bugis, saya sangat paham Filosofi Nene Mallolomo, yakni “Resopa Temmangngi, Namalomo Naletei Pammase Dewata”. (Dengan kerja keras dan Diiringi dengan Doa, Maka Niscaya Tuhan akan Meridhoi Segala Usaha Baik Kita),” ucapnya.

Kepada pejabat penggantinya, AKBP Budi Wahyono mengatakan, filosofi tersebut tidak perna dia lupakan.

“Kabupaten Sidrap punya kultur budaya Sipakatau, Sipakainge dan Sipatokkong. Budaya religius juga masih dipertahankan dan Gotong Royong dan Toleransi,” ucapnya.

Sementara itu, pejabat baru Kapolres Takalar itu mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh jajaran Polres dan masyarakat Sidrap atas kerjasamanya selama ini.

Sementara, Kapolres baru Sidrap, AKBP Leonard Panji Wahyono menegaskan siap melanjutkan program-program kerja Seniornya yang telah dirintis sebelumnya.

“Program yang sudah ada dan berjalan, insyaallah kami lanjutkan. Namun kami tetap meminta bimbingan pada senior kami dan saya meminta seluruh jajaran dan masyarakat untuk membantu tugas-tugasnya selama di Sidrap,” ucap Leonard PW.

Diketahui, AKBP Leonard Panji Wahyudi,SIK,SH merupakan alumni Akpol tahun 1999, sementara AKBP Budi Wahyono,SH,SIK,MH, merupakan jebolan Akpol senior tahun 1998. (ira/ade)

Pos terkait