KILASSULAWESI.COM,POLMAN — Masa pandemi wabah virus Covid-19, pemerintah menganjurkan masyarakatnya untuk tetap “Stay At Home” atau tetap dirumah aja. Dampaknya pun, angka pertumbuhan manusia tidak dipungkiri sulit terbendung. Berbeda halnya yang terjadi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), dari data terbaru angka kehamilan masih stagnan. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Anak (DP2KBP3A), Ahmad Kilang membenarkan data tersebut, Selasa 23 Juni, saat ditemui diruang kerjanya.
Selama pandemi ini, petugas KB dari DP2KBP3A bersama dengan penyuluh KB Puskesmas setempat intens menyampaikan imbau ke masyarakat agar menunda kehamilan, bukan dilarang hamil. Penundaan itu disebabkan penyebaran Covid-19 sangat rentan menyerang ibu hamil. Sehingga demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 diimbau masyarakat yang tetap berada dirumah ketika hendak melakukan hubungan suami Istri maka perhatikan penggunaan alat pencegah kehamilan, salah satunya itu gunakan alat kontrasepsi biar pertumbuhan penduduk tertekan atau tidak meningkat. “Masyarakat kita imbau untuk menggunakan alat kontrasepsi, sebagai upaya menekan pertumbuhan penduduk,”katanya.
Saat ini hanya ada tiga kecamatan yang mengalami peningkatan angka kehamilan di Kabupaten Polman, yakni kecamatan pegunungan yaitu Matangnga dan Tubbi Taramanu (Tutar) serta Kecamatan Campalagian. ” Untuk kecamatan Polewali, ada namun tidak signifikan yang angkanya masih stagnan,”jelasnya. Ahmad menambahkan, belum ada data ril tentang berapa jumlah total kehamilan di tengah pandemi ini, sebab ini juga masih New Normal dan petugas juga masih mengumpulkan data. “Tapi yang pastinya jumlah kehamilan untuk saat ini masih stagnan,”jelasnya.(awi)






