PAREPARE, KILASSULAWESI– Proyek pengerjaan Masjid Terapung yang berada di Jalan Mattirotasi hingga kini masih terus dikerjakan. Bahkan, target untuk bisa digunakan di 17 ramadan tak bisa dipenuhi. Terlebih melihat kondisi fisik bangunan masih kisaran 60 persen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Samsuddin Taha pun memastikan jika Masjid Terapung belum bisa dimanfaatkan sesuai prediksi dalam bulan ramadan. Akan tetapi, kata Samsuddin, pihaknya yakin bisa dimanfaatkan untuk pelaksanaan salat id. ” Mohon maaf, penggunaanya belum sesuai prediksi 17 ramadan bisa digunakan. Tapi kami masih yakin bisa digunakan untuk salat idul fitri,”tutupnya, Rabu 20 April, siang ini.
Sebelumnya, dikutip dari media siber parepos pada 4 April 2022, Plt Kadis PUPR Samsuddin Taha maupun Pejabat Pembuat Keputusan (PPK), H Suhandi, optimis masjid kebanggaan itu bisa digunakan pada hitungan 17 Ramadan. Optimisme itu bukan tanpa alasan, pasalnya, bahan yang dibutuhkan sudah datang, sisa pemasangan, yakni lantai dan dinding keramik serta pemasangan kaca. Senada disampaikan PPK, Suhandi, bahwa, meski belum rampung 100 persen pada 17 Ramadan nantinya, namun bagian dalam masjid dipastikan sudah rampung.
Seperti diketahui proyek pembangunan Masjid Terapung yang akan diberi nama Masjid BJ.Habibie itu akan mampu menampung kurang lebih 1.000 jamaah. Proyek ini telah menelan anggaran Rp 42 miliar, dimana tahap pertama Rp 28 miliar dan Rp 14 miliar tahap kedua yang dikerjakan oleh PT Lumpue Indah dan CV Cipta Indah.(*)






