MAKASSAR, KILASSULAWESI– Salah satu putra terbaik asal Sulawesi Barat, Prof Husain Syam yang kini masih menjabat Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) mendapat sinyal dukungan dari Partai besutan Megawati Sorkarno Putri. Hal itu diperoleh tatkala mendapat undangan khusus dari Ketua DPR RI, Puan Maharani untuk mendampingi saat penerimaan anugerah gelar Doktor Honoris Causa (Dr Hc) dari Pukyong National University (PKNU) Korea Selatan.
Prof Husain Syam mengatakan, pertemuan dengan Puan Maharani dan Megawati itu bisa diterjemahkan sebagai dukungan dari partai untuk dikendarainya pada Pilgub mendatang. “Kita bisa terjemahkan itu sebagai dukungan karena dirinya bakal menjadi bakal calon Gubernur Sulbar. Dukungan dari PDIP itu akan menjadi kendaraan politik di Pilgub Sulbar karena dari sekian banyak guru besar justru saya yang diundang untuk hadir dalam acara wisuda Puan Maharani, ini kan sudah ada
tanda-tanda, kemana arah partai moncong putih itu, dan itu sudah bisa kita tebak,” ungkap Prof Husain Syam, kemarin.

“Bukan cuma PDIP saja ya, akan tetapi komunikasi dengan partai lain juga sudah intens dilakukan termasuk partai Golkar, NasDem dan PKB,”ungkapnya. Saat disinggung terkait 3 warna yang tertulis dalam huruf PHS (Prof Husain Syam). Ia
mengatakan, itu adalah simbol dukungan dari partai dan sebagai penyampaian di masyarakat.
Partai itu yang akan mendukung PHS yang punya tagline Profesor unggulan pada Pilgub nanti. ” Ada 3 warna yang ada pada tulisan PHS itu, yakni merah, kuning dan hijau, sebagai penyampaian kepada masyarakat Sulbar. 3 warna itu nanti yang akan mendukung PHS kalau maju di Pilkada Gubernur 2024. Dan itu bisa diterjemahkan karena komunikasi kami terus berjalan dan intens dengan petinggi partai yang ada di Jakarta,” bebernya.
Mengenai kepastian deklarasi sebagai calon Gubernur Sulbar, PHS menyebut akan dilaksanakan pada pertengahan 2023. “Kita lihat saja nanti sampai tiba masanya,” katanya. Sebelumnya, Husain Syam mengaku jika dirinya sangat serius maju di Pilgub Sulbar 2024 mendatang. “Kalau ditanya sejau mana keseriusan maju. Saya tekankan bahwa saya sudah siap dan serius maju di Pilgub Sulbar pada pilkada 2024 mendatang,” tegasnya.
Menurutnya, dirinya maju bertarung di Pilgub Sulbar tahun mendatang adalah panggilan jiwa. Selain itu didorong oleh hati nurani, baik keluarga dan tim yang telah dibentuk. Ia menegaskan tujuan maju di pilgub adalah murni panggilan jiwa, ini lahir ketika dirinya dan masyarakat ingin memperbaikin ketertinggalan di Sulbar, karena hampir semua sektor berdampak.
“Jadi ini sebuah panggilan jiwa, panggilan nurani, kemudahan menghibahkan diri masuk kontestasi pilgub Sulbar 2024. Jika
diberi amanah saya akan menghibahkan segala potensi yang saya miliki kemajuan masyarakat di Provinsi Sulawesi Barat,”
terangnya.
Mantan Dekan FT UNM itu memiliki tagline. “PHS yakni Profesor Husain Syam. Juga diartikan sebagai Petani Hebat Sulbar, Pekerja Hebat Sulbar dan lainya. Simbol namanya PHS, itu Profesor Husain Syam. Juga itu banyak maknanya, pemimpin harapan Sulbar. Bisa juga Petani Harus Sejahtera. Serta Pemimpin Harus Superstar. “Selain itu “Unggul Maju dan Sejahtera”. Tidak bisa maju kalau tidak unggul. Tidak bisa sejahtera kalau tidak maju,” tuturnya.
Oleh karena itu dia merasa memiliki kemampuan mengahdirkan semua kehidupan masyarakat dan pemerintah sifatnya unggul. Bahkan masih lama pensiun, dirinya akan relah dipensiunkan
sejak dini.
“Saya pensiun sekira 12 atau 13 tahun lagi. Kalau 2024 maju saya pensiun tinggalkan jabatan ASN yang masih panjang,” ungkapnya. Itu ia akan maksimalkan bisa membuat pemerintahan di Sulbar merata seluruh sektor melangkah lebih maju. Jika maju seluruh masyarakat akan menikmati.
“Hal itu itu yang membuat saya memiliki semangat untuk maju. Banyak yang memanggil saya. Awalnya tidak terpikir, tapi setelah panggilan itu ada berbagai
kalangan,” jelasnya.
“Saya mulai berpikir, rasanya anatomi Sulawesi Barat ini sedikit bisa saya pahami. Maka tentu bagian bagian yang ada itu beberapa hal yang digenjot melangkah lebih maju saya merasa mampu,” sambung dia. Semua sektor, yang utama. Itu pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat itu paling pokok. Ia akan gali potensi yang ada. Tentu
segala keterbatasan bisa maksimalkan secara bersama dan mempermudah perizinan usaha.
“Intinya saya itu terasa prinsip kerja saya dalam hidup saya bagaimana bisa memberi manfaat secara garis besarnya kepada masyarakat. Jadi saya merasa dan bisa dilihat, ketika saya diberi amanah di UNM ini mulai pimpinan jurusan sampai Rektor. Itu prinsip saya
adalah memberi manfaat bagi
semua,” terangnya. (*)






