Waspada!!! Peredaran Hewan Antar Daerah Jelang Idul Adha di Sulselbar

PAREPARE, KILASSULAWESI — Menjelang hari raya Idul Adha, Pemerintah Kota Parepare meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan ternak dari penularan penyakit khususnya penyakit Jembrana yang merebak di Sulselbar dalam beberapa tahun terakhir.

Sebab ratusan hewan ternak warga diberbagai daerah khususnya sapi terpaksa dipotong mencegah meluasnya penularan virus penyakit Jembrana.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Peternakan Dinas PKP Kota Parepare, Farid mengaku secara keseluruhan wilayah Sulsel lagi diserang penyakit jembrana khususnya ternak sapi.

Masa inkubasi penyakit tersebut, selama 14 hari. “Nah hasil rapat kami kemarin, untuk turun memeriksa hewan kurban. Beda dari tahun sebelumnya, kita adakan 2 kali pemeriksaan, mengingat masa inkubasi jembrana biasax 14 hari. Jadi untuk keamanan ternak sapi dan menjaga kekhawatiran masyarakat kita putuskan 2 kali pemeriksaan baru dikeluarkan SKKH jelang hari kurban,” katanya.

Namun, sebagian besar ternak sapi di Parepare masih dalam kondisi terjaga aman. “Sapi yang sakit bulan-bulan lalu diobati, sekarang kondisi aman,” ujarnya. Senada, Kepala Dinas PKP Kota Parepare, Wildana membenarkan wilayah Sulsel sedang dilanda endemi virus Jembrana.

“Iye betul Sulsel lagi dilanda endemi jembrana akhir akhir ini. Khusus untuk Kota Parepare virus jembrana masih terkendali secara umum,” kata Wildana.

Dinas PKP kini lagi ekstra melakukan pelayanan kesehatan hewan, berupa vaksinasi dan pemberian obat obatan serta mengisolasi hewan tertular. Kewaspadaan, terus ditingkatkan dan koordinasi dengan Pemprov Sulsel setiap saat untuk mengeliminasi perkembangan penyakit jembrana. “Menjelang idul adha kami tingkatkan kewaspadaan khususnya pada peredaran hewan antar daerah,” ujar Wildana.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah menegaskan penyakit Jembrana yang saat ini sedang merebak di Provinsi Sulselbar tidak menular ke manusia.

“Penyakit Jembrana hanya menyerang Sapi Bali (tidak menular pada sapi jenis lain) dan tidak bersifat zoonosis, penyakit ini juga tidak dapat menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya,” ungkap Nasrullah. Virus penyebab penyakit Jembrana dapat masuk ke tubuh hewan peka melalui kontak langsung dengan hewan tertular dan bisa juga disebarkan melalui insekta penghisap darah.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk mengkonsumsi daging sapi yang berasal dari rumah potong hewan (RPH) yang di bawah pengawasan dokter hewan, atau membeli produk yang sudah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV). (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *