MAKASSAR, KILASSULAWESI– Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Kabupaten Jeneponto menjadi daerah paling miskin di Provinsi Sulsel pada tahun 2025. Hal ini didasarkan pada produk domestik regional bruto (PDRB) tahun 2023 serta jumlah penduduk miskin pada Maret 2023.
Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jeneponto mencapai 48,32 ribu jiwa dengan pendapatan per bulan sebesar Rp 405.280. Di urutan selanjutnya, Kabupaten Kepulauan Selayar dengan 16,89 ribu jiwa, Bulukumba 30,65 ribu jiwa, dan Bantaeng 17,49 ribu jiwa.
Profil Singkat 4 Kabupaten Miskin di Sulsel:
1. Kabupaten Jeneponto
Jeneponto adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 749,79 kilometer persegi dan berpenduduk sebanyak 418.182 jiwa pada tahun 2023. Ibu kota Kabupaten Jeneponto berada di Bontosunggu. Berikut beberapa fakta mengenai Kabupaten Jeneponto:
– Berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Takalar di sebelah utara, Kabupaten Bantaeng di sebelah timur, Kabupaten Takalar di sebelah barat, dan Laut Flores di sebelah selatan.
– Dikenal sebagai penghasil nener dan benur ikan bandeng serta sentra produksi garam satu-satunya di Pulau Sulawesi.
– Memiliki ekosistem kuda yang banyak dan kuliner khas lokal bernama “Gantala Jarang.”
– Mayoritas masyarakat merupakan suku Makassar yang masih memegang budaya dan adat istiadat secara turun temurun.
2. Kabupaten Kepulauan Selayar
Kabupaten Kepulauan Selayar adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang terletak di ujung selatan Pulau Sulawesi. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.357,15 km² dan terdiri dari 11 kecamatan, 7 kelurahan, dan 67 desa. Ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar adalah Kecamatan Benteng.
Penduduk Kabupaten Kepulauan Selayar pada tahun 2020 berjumlah 130.199 jiwa dengan kepadatan penduduk 101 jiwa per kilometer persegi. Kabupaten ini memiliki potensi wisata dan perikanan yang menjanjikan, sering disebut sebagai destinasi wisata kelas dunia.
3. Kabupaten Bulukumba
Kabupaten Bulukumba adalah salah satu daerah otonom di Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.154,67 kilometer persegi dan berpenduduk sekitar 450.000 jiwa. Ibu kota Kabupaten Bulukumba terletak di Kecamatan Ujung Bulu. Berikut beberapa fakta tentang Kabupaten Bulukumba:
– Terletak di bagian selatan Jazirah Sulawesi.
– Berbatasan dengan Kabupaten Sinjai di sebelah utara, Teluk Bone di sebelah timur, Laut Flores di sebelah selatan, dan Kabupaten Bantaeng di sebelah barat.
– Memiliki iklim tropis basah dengan temperatur rata-rata 26,6°C dan dijuluki Bumi Panrita Lopi.
– Nama Bulukumba berasal dari dua kata dalam bahasa Bugis yaitu “Bulu’ku” dan “Mupa,” yang berarti “masih gunung milik saya atau tetap gunung milik saya.”
4. Kabupaten Bantaeng
Kabupaten Bantaeng adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki luas wilayah 395,83 kilometer persegi. Kabupaten ini terletak di bagian selatan Sulawesi Selatan dan berbatasan dengan Jeneponto, Bulukumba, Takalar, dan Laut Makassar. Berikut beberapa fakta mengenai Kabupaten Bantaeng:
– Merupakan daerah tertua di Sulawesi Selatan dan dikenal sebagai Butta Toa atau tanah tua.
– Memiliki bentang alam yang indah, mulai dari pegunungan, sawah, hingga laut.
– Tempat bagi etnik Makassar tertua di Sulawesi Selatan dan dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit.
– Memiliki potensi perikanan dan rumput laut, serta sedang membangun Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) yang menghasilkan produk seperti Alkali Treated Cottoni (ATC), Tepung Karagenan, dan bahan kosmetik.
Bagaimana dengan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan?
Setelah menjadi salah satu kabupaten termiskin di Sulawesi Selatan, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) berhasil keluar dari bayangan kemiskinan di bawah kepemimpinan Muhammad Yusran Lalogau. Upaya yang gigih dari pemerintah daerah dan kolaborasi dengan berbagai pihak berhasil menurunkan angka kemiskinan secara signifikan pada tahun 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangkep melaporkan bahwa angka kemiskinan menurun drastis dari 13,40% pada tahun 2023 menjadi hanya 12,41% pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskin juga berkurang dari 46,06 ribu jiwa menjadi 44,76 ribu jiwa. Selain itu, angka pengangguran terbuka di Kabupaten Pangkep juga menurun dari 5,05% pada tahun 2023 menjadi 3,98% pada tahun 2024.
Kepala BPS Pangkep, Ayub Parlin Ampulembang, menyebutkan bahwa penurunan ini cukup menggembirakan dan merupakan hasil dari upaya pemerintah dalam meningkatkan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, diharapkan kualitas hidup masyarakat Pangkep akan terus meningkat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melaksanakan program strategis lainnya, termasuk penanganan kemiskinan, stunting, dan pertumbuhan ekonomi yang berdampak positif.
Gambaran di atas memberikan insight tentang kondisi ekonomi dan potensi yang dimiliki oleh empat kabupaten termiskin di Sulawesi Selatan serta perubahan dan upaya yang dilakukan Kabupaten Pangkep. Diharapkan dengan pemahaman ini, langkah-langkah konkret dapat diambil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. (*)






