Warga Kampung Salebbo Gempur PT Semen Tonasa: Perbaikan dan Perekrutan Tenaga Kerja Jadi Sorotan

Putusan bersama

PANGKEP – Suasana di Kampung Salebbo, Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro, berubah menjadi pusat perhatian pada Senin, 14 April 2025. Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK) memadati jalan menuju kantor pusat PT Semen Tonasa. Dengan semangat dan keberanian, mereka menggelar aksi tutup jalan sebagai bentuk perjuangan untuk mendapatkan keadilan dari salah satu perusahaan terbesar di daerah tersebut.

Dalam orasi yang dipimpin oleh Mustafa Mallu, atau yang akrab disapa Bung Moses, masyarakat menyampaikan empat tuntutan yang dianggap mewakili aspirasi warga lingkar perusahaan. “Kami ingin hak kami sebagai warga sekitar dihargai, dan PT Semen Tonasa harus lebih peduli dengan kondisi masyarakat di Ring 1,” tegas Bung Moses.

Bacaan Lainnya

Empat tuntutan yang disuarakan antara lain adalah perbaikan jalan poros Tonasa 2 hingga lampu merah Bungoro, prioritas penerimaan tenaga kerja lokal, pencopotan Direktur Utama PT BiringKassi Raya karena dugaan perekrutan sepihak, serta pembatalan pengangkatan 18 tenaga kerja yang dinilai tidak sesuai prosedur.

Kondisi jalan yang rusak di sekitar underpass perlintasan kereta api di Kampung Sapanang telah menjadi isu utama yang mengganggu aktivitas warga. Selain itu, ketidakadilan dalam perekrutan tenaga kerja menciptakan keresahan di tengah masyarakat yang merasa diabaikan, meski berada di wilayah yang paling dekat dengan operasional perusahaan.

Aksi ini mendapat respons cepat dari pihak PT Semen Tonasa. Dalam pertemuan yang melibatkan manajemen perusahaan, Lurah Sapanang, dan Koordinator AMUK, dicapai dua kesepakatan bersama yang memberikan harapan baru bagi warga. Kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh GM Sekretariat dan Perusahaan (GM Sekper) PT Semen Tonasa serta Direktur PT BiringKassi Raya.

Poin pertama kesepakatan adalah komitmen PT Semen Tonasa untuk menyelesaikan perbaikan jalan poros Tonasa 2 hingga lampu merah Bungoro pada tahun 2025. Langkah ini dinilai sebagai solusi konkret yang akan mengembalikan kenyamanan aktivitas warga.

Poin kedua menyentuh isu tenaga kerja. PT Semen Tonasa sepakat merekrut 62 tenaga kerja lokal dari wilayah Ring A melalui mekanisme penerimaan yang adil dan transparan. Kesepakatan ini menjadi langkah awal untuk memenuhi harapan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

Bung Moses menyampaikan apresiasi atas tanggapan PT Semen Tonasa yang akhirnya mendengar suara masyarakat. “Ini adalah kemenangan kecil bagi kita semua, namun kita tetap harus mengawal proses ini agar janji yang diberikan benar-benar terealisasi,” ucapnya dengan penuh semangat.

Warga Kampung Salebbo kini menantikan realisasi dari kedua kesepakatan tersebut. Perbaikan jalan dan perekrutan tenaga kerja lokal dianggap sebagai langkah penting untuk memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar.

Aksi ini menjadi contoh nyata bahwa perjuangan masyarakat yang dilakukan secara damai dan terorganisasi dapat membawa perubahan signifikan. Dengan semangat kebersamaan, warga Kampung Salebbo berharap PT Semen Tonasa terus berkomitmen untuk membangun hubungan yang lebih harmonis dan adil dengan komunitas di sekitarnya.(*)

Pos terkait