Evakuasi Dramatis di Gunung Nepo: Tim SAR Gabungan Selamatkan Pendaki yang Alami Hipotermia

Tim SAR bantu pendaki yang terkena gejala hipotermia saat melakukan pendakian di Gunung Nepo, Kabupaten Barru.

BARRU – Tim SAR gabungan dari Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel bersama personel Basarnas Kota Parepare kembali menunjukkan kesiapsiagaan dan dedikasi mereka dalam tugas kemanusiaan.

Kali ini, mereka berhasil mengevakuasi seorang pendaki yang mengalami gejala hipotermia saat melakukan pendakian di Gunung Nepo, Kabupaten Barru.

Bacaan Lainnya

Kejadian bermula saat Ani Sahara, seorang rekan korban, melaporkan kondisi darurat yang dialami oleh Muh Eka, seorang pendaki yang mendaki secara tektok bersama 19 orang lainnya.

Cuaca ekstrem dan hujan yang mengguyur kawasan pegunungan Nepo membuat salah satu pendaki mengalami gejala hipotermia, kondisi yang dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan segera bergerak untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Komandan Pos Basarnas Kota Parepare, Agus Salim, mengungkapkan bahwa seluruh tim bekerja dengan sigap dan berhasil mengevakuasi 20 pendaki pada pukul 01.39 WITA di koordinat **04° 04′ 04″ S dan 119° 41′ 05″ L.

“Korban selanjutnya dievakuasi menuju Posko Tim SAR Gabungan di Kecamatan Wattang Bacukiki untuk mendapatkan penanganan medis sebelum kembali ke rumah masing-masing,” kata Agus Salim.

Ditempat terpisah, Komandan Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel, Kompol Ramli, menjelaskan bahwa proses evakuasi bukan hal yang mudah. Tim harus menghadapi medan terjal dan cuaca yang cukup ekstrem.

“Dengan koordinasi yang solid antara Brimob Sulsel dan Basarnas, alhamdulillah pendaki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung mendapatkan pertolongan medis,” ungkapnya.

Keberhasilan evakuasi ini kembali menegaskan sinergi antara Brimob, Basarnas, dan berbagai potensi SAR lainnya dalam memberikan pertolongan cepat dan tepat bagi masyarakat yang membutuhkan. Terutama dalam situasi berisiko tinggi di wilayah terpencil yang sulit dijangkau.

Operasi penyelamatan seperti ini menunjukkan pentingnya kesiapan dan profesionalisme tim SAR dalam menghadapi segala situasi darurat, sekaligus mengingatkan para pendaki akan pentingnya perencanaan matang serta kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem saat melakukan ekspedisi di alam bebas.(*)

Pos terkait