Pertamina Patra Niaga Mantapkan Transformasi Energi dan Pemberdayaan Masyarakat: Dari Layanan Tepat Takaran hingga Penguatan UMK

Jajaran Direksi PT Pertamina Patra Niaga

JAKARTA– PT Pertamina Patra Niaga mencatat capaian gemilang sepanjang tahun 2024 hingga pertengahan 2025. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2024 pada Senin, 23 Juni 2025 di Jakarta, perusahaan ini mengumumkan volume penjualan yang tembus 105 juta kilo liter naik 5,6 persen dibanding tahun sebelumnya.

Ini bukan hanya cerminan permintaan pasar, tetapi juga bukti keandalan distribusi dan kekuatan jaringan energi nasional yang dikelola perusahaan. Dengan lebih dari 15.000 titik ritel BBM, 260.000 pangkalan LPG, serta realisasi program BBM Satu Harga di 573 titik wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Bacaan Lainnya

Pertamina Patra Niaga menegaskan posisinya sebagai tulang punggung pemerataan energi nasional. Komitmen terhadap perlindungan konsumen pun diperkuat melalui penerapan ketentuan Berat Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) di seluruh Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).

Dalam kunjungannya ke SPBE Rewulu di Bantul, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, memberikan apresiasi atas langkah Pertamina yang memastikan ketepatan takaran LPG 3 kg. “Ini bagian dari perlindungan konsumen yang konkret. Masyarakat harus yakin bahwa gas yang mereka beli benar-benar sesuai beratnya,” ujar Mendag.

Plt. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menambahkan bahwa layanan di tingkat pangkalan pun dilengkapi timbangan dan nomor pengaduan 135 sebagai bentuk layanan purna jual. Hingga kini, 733 SPBE telah diaudit dan dinyatakan memenuhi standar BDKT.

Di sisi lain, perusahaan juga melangkah mantap dalam transisi energi. Tahun 2024 menjadi tonggak bagi peluncuran Pertamax Green 95, pengembangan EV Charging Station dan Battery Swapping Station, serta peluncuran Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) bagi sektor transportasi dan industri.

Semua itu dilakukan di bawah naungan tata kelola berkelanjutan yang mendapatkan rating BBB ESG dan 12 penghargaan PROPER dari KLHK. Tak hanya berbicara dalam skala makro, Pertamina Patra Niaga juga menyentuh masyarakat lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Di Sulawesi Selatan, misalnya, Galeri Wong Sinting UMK yang digerakkan oleh Dina Mahardika di Kampung Lette menjadi salah satu contoh sukses pemberdayaan berbasis seni daur ulang. “Lewat UMK Academy Pertamina, usaha kami tidak hanya tumbuh profesional, tapi juga membuka ruang kolaborasi bagi seniman dan pengrajin lokal,” ujar Dina.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyebut Galeri Wong Sinting sebagai model UMK naik kelas yang selaras dengan misi SDGs poin 8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menutup pernyataan korporasi dengan menegaskan arah masa depan perusahaan. “Kami akan terus memperkuat distribusi, memperluas kolaborasi strategis, serta mendorong transformasi berkelanjutan yang inklusif dan adaptif terhadap tantangan global,”ujarnya.

Dengan capaian ini, Pertamina Patra Niaga bukan sekadar entitas niaga energi, tapi telah menjelma menjadi aktor penting dalam pembangunan nasional memastikan energi sampai ke pelosok, melindungi konsumen, dan memberdayakan komunitas.(*)

Pos terkait