PAREPARE – Kekecewaan peserta aksi damai terus membara setelah ketidakhadiran Penjabat Sekda dalam dialog publik bersama DPRD. Usai menyampaikan aspirasi di Gedung Dewan, massa bergerakmkembali menuju Kantor Wali Kota Parepare sebagai bentuk lanjutan tekanan moral terhadap pemerintah kota.
Di titik ini, aksi massa memuncak dengan pembakaran ban sebagai simbol ketidakpuasan. Seruan evaluasi terhadap kepemimpinan birokrasi pun menggema lantang.
Salah satu peserta aksi dari masyarakat Tonrangeng, Andi Asrida, menuntut sikap tegas terhadap Pj Sekda yang baru dilantik. “Baru saja dilantik sudah begini. Berjanji hadir, tapi tak muncul. Ganti Penjabat Sekda ini sebelum aksi bergulir lebih besar,” serunya dalam orasi di depan Kantor Wali Kota, Rabu, 2 Juli 2025.
Andi menilai ketidaktepatan janji kepada Wakil Ketua DPRD menunjukkan kurangnya integritas pejabat terkait. “Kalau DPRD saja bisa dikhianati, bagaimana masyarakat kecil bisa berharap banyak? Pak Gubernur harus tahu kondisi ini. Pj Sekda tidak pantas diberi amanah jika kepercayaannya sudah luntur,” tegasnya.
Sementara itu, Jenderal Lapangan Ricky Kadafi menegaskan bahwa gerakan ini belum akan berhenti. Jika tidak ada respons konkret dari pemerintah, pihaknya siap melanjutkan aksi dengan skala yang lebih luas. “Kami akan kawal terus isu ini. Kalau tak ada solusi, maka aksi tak akan berhenti di sini,” tandas Ricky.
Selama aksi berlangsung, aparat kepolisian terlihat bersiaga dan mengawal jalannya unjuk rasa agar tetap kondusif. Belum ada keterangan resmi pemerintah kota atas ketidakhadiran tersebut. Peserta aksipun membubarkan diri dengan tertib.(*)






