MAKASSAR— Sebuah momen penuh makna mewarnai perjalanan karier Komandan Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan, Kompol Dr. Ramli, S.Sos., S.M., M.Si., M.M., yang secara resmi mengikuti prosesi wisuda setelah meraih gelar Doktor dari program pendidikan strata tiga.
Pencapaian akademik tertinggi ini bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan kolektif bagi keluarga besar Ramli dan jajaran Satuan Brimob Polda Sulsel. Di tengah tuntutan tugas kepolisian yang kompleks dan dinamis, Kompol Ramli membuktikan bahwa pengembangan kapasitas intelektual tetap dapat berjalan berdampingan dengan pengabdian kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan keluarga, rekan kerja, serta institusi Polri, saya bisa menyelesaikan pendidikan ini. Semoga ilmu yang saya raih dapat bermanfaat, khususnya dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Kompol Ramli dengan penuh rasa syukur.
Dikenal sebagai perwira menengah yang tegas namun humanis, Kompol Ramli tidak hanya memimpin dengan disiplin, tetapi juga dengan keteladanan intelektual. Gelar Doktor yang kini disandangnya menjadi simbol komitmen terhadap pembelajaran seumur hidup dan penguatan kapasitas kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan.
Dalam wawancara singkat usai wisuda, Ramli menegaskan bahwa pendidikan bukanlah sekadar pencapaian pribadi, melainkan investasi untuk institusi dan masyarakat.
“Saya ingin personel yang saya pimpin juga termotivasi untuk terus belajar. Profesionalitas kerja harus sejalan dengan peningkatan kapasitas intelektual. Tantangan tugas ke depan menuntut kita untuk adaptif dan berwawasan luas,” tegasnya.
Langkah Kompol Ramli menjadi inspirasi tersendiri bagi generasi Polri yang tengah meniti karier. Di tengah kesibukan operasional, ia menunjukkan bahwa semangat belajar dan pengabdian dapat berjalan beriringan. Polda Sulsel pun menyambut pencapaian ini sebagai momentum untuk mendorong budaya akademik di lingkungan kepolisian.
Dengan gelar Doktor yang kini melekat di namanya, Kompol Ramli tak hanya memperkuat kredibilitas pribadi, tetapi juga memperluas ruang kontribusi dalam membangun institusi Polri yang lebih inklusif, cerdas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(*)






