JAKARTA— Di tengah dinamika nasional yang memanas, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan seruan penting kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayai pemerintah. Dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Presiden menegaskan bahwa seluruh partai politik, baik yang berada dalam koalisi pemerintahan maupun di luar, telah sepakat untuk mengutamakan kepentingan rakyat.
“Saya minta sungguh-sungguh seluruh warga negara untuk percaya kepada pemerintah. Pemerintah yang saya pimpin, bersama semua partai politik, termasuk yang di luar pemerintahan, bertekad memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa, termasuk rakyat yang paling kecil dan tertinggal,” ujar Presiden Prabowo.
Pernyataan ini disampaikan menyusul meningkatnya aksi demonstrasi di berbagai daerah, yang dipicu oleh tuntutan reformasi legislatif dan kemarahan publik terhadap sejumlah kebijakan DPR.
Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk mendengar dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang disampaikan secara damai. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyampaikan tuntutan dengan cara yang konstruktif dan tanpa kekerasan.
“Silakan sampaikan aspirasi yang murni dan tuntutan dengan baik dan damai. Kami pastikan akan didengar, dicatat, dan ditindaklanjuti,” tegasnya.
Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, Presiden meminta pimpinan DPR RI untuk membuka ruang dialog langsung dengan tokoh masyarakat, mahasiswa, dan kelompok sipil. Dialog ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi politik yang sehat dan inklusif.
“Saya akan meminta pimpinan DPR untuk langsung mengundang tokoh-tokoh masyarakat dan mahasiswa agar bisa berdialog dan diterima dengan baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu stabilitas nasional. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan semangat gotong royong sebagai warisan luhur bangsa.
“Indonesia di ambang kebangkitan. Jangan sampai kita diadu domba. Suarakan aspirasi dengan damai, tanpa merusak, tanpa kekerasan, tanpa penjarahan,” ucap Presiden.
“Semangat kita dari nenek moyang adalah gotong royong. Mari kita bergotong royong menjaga lingkungan, keselamatan keluarga, dan tanah air kita,” pungkasnya.
Pernyataan ini juga menjadi penegasan atas langkah-langkah pemerintah dalam merespons kerusuhan dan penjarahan yang terjadi sebelumnya, termasuk evaluasi terhadap anggota DPR dan kebijakan tunjangan serta kunjungan kerja luar negeri.(*)






