PAREPARE – Rapat kerja KONI Kota Parepare, Kamis, 11 Desember 2025, berubah jadi panggung evaluasi sekaligus drama olahraga. Ketua KONI Parepare, Fadli Agus Mante, menegaskan forum tahunan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan ajang penentuan arah pembinaan cabang olahraga.
Dua cabang baru resmi bergabung yakni Wushu dan Modern Pentathlon Indonesia (MPI). Namun, dua cabang lain justru tersandung masalah serius. Pordasi Equestrian (berkuda) masih dililit dualisme kepengurusan dari pusat hingga provinsi. Sementara Podsi (dayung) dinilai melanggar AD/ART.
“Kami sepakat mendiskualifikasi kepengurusan dayung. Untuk menghindari temuan BPK, kami akan mengusulkan pengurus baru agar pembinaan tetap berjalan,” tegas Fadli.
Hasil monitoring terhadap 33 cabang olahraga menunjukkan Parepare berpotensi menempati peringkat kelima Sulsel jika Porprov digelar saat ini. Meski sarana prasarana masih terbatas, Fadli optimistis pembinaan jangka panjang bisa menopang prestasi hingga satu dekade ke depan.
Ia juga menekankan perlunya inovasi pendanaan. “Kami akan menggandeng BUMN, pengusaha, dan swasta agar setiap cabang bisa berkreasi mencari sumber anggaran,” ujarnya.
Sementara itu, kabar gembira datang dari cabang baru MPI. Ketua MPI Parepare, Nadir Nasir, menyebut bergabungnya MPI sebagai semangat baru. Pada hari pertama Pra Porprov yang dilaksanakan dari 11–13 Desember 2025 di Pantai Andalan CPI Makassar, atlet Parepare langsung mencatat prestasi. ” Dua atlet MPI Parepare yakni Jumaedi meraih juara pertama Triathle Putra dan Aqifaah Nurjahrah Daim menyabet juara kedua Triathle Putri,”ujar Nadir.
Ada enam nomor yang diperlombakan, mulai dari Triathle, Laser Run, Obstacle Laser Run, hingga Biathle. “Alhamdulillah, hari pertama kita sudah meraih juara. Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah dan KONI Parepare,” kata Nadir.
Dengan masuknya cabang baru dan evaluasi ketat terhadap kepengurusan, KONI Parepare menatap Porprov dengan target realistis menembus lima besar Sulsel. Diskualifikasi berkuda dan dayung menjadi peringatan keras, sementara prestasi MPI memberi harapan baru bagi masa depan olahraga Parepare.(*)





