PAREPARE – Semangat juang atlet Pentathlon Kota Parepare, Jumaedi, tak terbendung meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Atlet muda ini akan segera bertolak ke Yogyakarta untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pentathlon yang dijadwalkan berlangsung pada 2–5 April 2026.
Keikutsertaannya di ajang bergengsi tersebut diharapkan mampu membawa kebanggaan bagi masyarakat Parepare dan Sulawesi Selatan.
“Mohon doanya, Pak. Semoga saya dan rekan-rekan bisa memberikan hasil terbaik di Kejurnas Pentathlon,” ujar Jumaedi penuh harap, Jumat, 27 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa perjuangan ini bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga demi mengangkat nama daerah di panggung nasional.
Ketua Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Kota Parepare, Nadir Nasir, membenarkan keberangkatan salah satu atletnya ke Yogyakarta.
Menurutnya, langkah Jumaedi merupakan bukti nyata bahwa semangat atlet Parepare tidak pernah padam, meski tanpa sokongan anggaran yang memadai. “Di tengah ketiadaan anggaran, atlet kita tetap berjuang. Mereka ingin mengharumkan nama Parepare dan Sulawesi Selatan di tingkat nasional,” tegas Nadir.
Namun, di balik semangat itu, terselip harapan besar agar pemerintah kota dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Parepare lebih peduli terhadap nasib atlet. “Kami hanya berharap ada kepedulian dari pemerintah kota, khususnya KONI Parepare. Walaupun saat ini efisiensi anggaran menjadi alasan, perhatian terhadap atlet olahraga tetap harus ada,” tambahnya.
Keberangkatan Jumaedi menjadi simbol keteguhan hati atlet daerah yang berjuang tanpa pamrih. Dukungan moral dari masyarakat Parepare kini menjadi energi tambahan bagi sang atlet untuk menorehkan prestasi di Kejurnas.
Jika berhasil meraih hasil gemilang, bukan hanya nama Jumaedi yang akan dikenang, tetapi juga Parepare sebagai kota yang melahirkan atlet bermental juara.(*)






