PAREPARE– Sulawesi Selatan dikenal sebagai gudang atlet Indonesia berprestasi dunia. Dari panahan, sepak bola, hingga angkat besi, nama-nama besar lahir dari tanah Bugis-Makassar. Namun di balik gemerlap prestasi individu, rapor provinsi justru menurun di ajang PON.Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, mengingatkan hal ini saat melantik kepengurusan KONI Sulsel masa bakti 2025–2029 di Ballroom Sandeq A Hotel Claro Makassar, Jumat 8 Mei 2026.
Atlet Dunia dari Sulsel
– Kusuma Wardhani – Srikandi panahan, peraih medali perak Olimpiade Seoul 1988, medali pertama Indonesia di Olimpiade.
– Asnawi Mangkualam – Kapten sepak bola, juara Piala AFF U-22 2019, juara Liga 1 Indonesia 2022–2023.
– Rahmat Erwin Abdullah – Lifter emas PON XXI Aceh-Sumut 2024, pemecah 3 rekor PON kelas 73 kg, juara Asian Games Hangzhou 2023.
Di SEA Games Thailand 2025, atlet Sulsel kembali tampil Brigpol Andi Try Sandi Saputra, Rusdi, Kusnelia, Hardiansyah (sepak takraw), serta Nawrah Qanitah Zhafirah dan Khansa Fathiyyah Zahrani (renang artistik).
Sulsel pernah tembus 10 besar nasional di PON XVIII/2012 Riau (peringkat 7 dengan 19 emas). Namun di PON XXI/2024 Aceh-Sumut, Sulsel turun ke peringkat 16 (10 emas). PON Bela Diri 2025 di Kudus pun stagnan di posisi 16 (2 emas).
Ketum KONI Sulsel, Ir H. Darmawangsyah Muin, menegaskan target kepengurusannya “PON XXII/2028 NTT-NTB kita harus masuk 10 besar. Tidak mudah, tapi ini komitmen bersama.”
Marciano Norman menegaskan dukungan pusat: “Sulsel pernah peringkat 7 di PON 2012, jadi target 10 besar bukan mimpi kosong.”
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melalui Kadispora H. Suherman menambahkan “Pemprov Sulsel berkomitmen mendukung penuh PON XXII/2028 dan event olahraga lainnya.”. Hadir dalam pelantikan itu sejumlah pejabat dan kepala daerah, diantaranya Wali Kota Parepare, Tasming Hamid.(*)






