POLMAN,– Dalam upaya melindungi anak-anak dari ancaman penyakit campak, Puskesmas (PKM) Polewali kecamatan Binuang kabupaten Polman terus menggalakkan program kejar imunisasi bagi balita dan anak usia sekolah. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus meningkatkan cakupan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Polewali.
Kepala Puskesmas Polewali Hj,Relawati,S,Kep,Ns,M.Kes menyampaikan bahwa imunisasi campak sangat penting untuk membentuk kekebalan tubuh anak agar terhindar dari penyakit menular yang dapat menyebabkan komplikasi serius. “Kami terus mengimbau para orang tua agar membawa anak-anaknya ke posyandu atau puskesmas untuk mendapatkan imunisasi lengkap,” ujarnya usai melakukan imunisasi di Dusun Welang Pelang Desa Tonyaman Rabu 24 Desember 2025.
Program kejar imunisasi ini menyasar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak sesuai jadwal. Petugas kesehatan turun langsung ke posyandu, sekolah, serta melakukan pendataan door to door untuk memastikan tidak ada anak yang terlewatkan.
Selain pemberian imunisasi, PKM Polewali juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi dan pola hidup bersih dan sehat. Diharapkan dengan adanya program ini, kasus indikasi campak dapat ditekan dan anak-anak dapat tumbuh sehat serta terlindungi.Ia juga mengharapkan para orang tua untuk berperan aktif mendukung program imunisasi demi mewujudkan generasi yang sehat dan bebas dari penyakit campak.
Sebelum nya di wilayah Welang Pelang, Desa Tonyaman, pada 20 Desember,lalu petugas menemukan 12 kasus suspek campak. Dari jumlah tersebut, enam anak menjadi sasaran kejar imunisasi dan lima anak berhasil terjaring untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Satu anak berusia 4 tahun telah didiagnosis campak dan telah dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dijelaskan bahwa gejala campak ditandai dengan demam, mata merah, serta munculnya bintik-bintik merah pada kulit. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit campak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru-paru hingga radang otak. Selain itu, virus campak juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan sangat mudah menular melalui udara atau percikan.
Selain melakukan imunisasi, petugas PKM Polewali juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai bahaya penyakit campak, pentingnya deteksi dini, serta cara pencegahan melalui perilaku hidup bersih dan sehat serta melengkapi imunisasi anak.
Sementara itu, di Desa Kuajang petugas juga menemukan 13 anak yang masuk dalam kategori suspek campak. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada petugas kesehatan apabila anak menunjukkan gejala, karena semakin cepat ditemukan maka penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Hj, Relawati menjelaskan bahwa Vaksin yang diberikan dalam kegiatan imunisasi adalah vaksin Campak MR. anak yang telah mendapatkan imunisasi campak akan memiliki antibodi yang lebih kuat sehingga tumbuh lebih sehat dan normal.
Pihaknya mengingatkan tentang jadwal imunisasi dasar lengkap, mulai dari imunisasi HB- diberikan saat bayi baru lahir, diikuti imunisasi Hepatitis, BCG pada usia 1–2 bulan, serta Difteri Pertisus dan Tetanus (DPT) pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan, kemudian dilanjutkan pada usia 2 tahun
Camat Binuang Andi Saggap yang hadir mengapresiasi PKM Polewali yang sangat antusias melaksanakan vaksin dengan melakukan program kejar imunisasi agar anak memiliki anti bodi yang kuat.”Selaku Pemerintah kecamatan sangat mensupport dan mengapresiasi kegiatan ini kita juga berharap kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat khususnya orang tua anak”, ucap Andi Saggap.
Kegiatan vaksinasi tersebut dihadiri beberapa stakeholder terkait diantaranya TNI Polri, Camat Binuang,Kepala Desa, TP,PKK,Para kader, Mahasiswa dan tokoh masyarakat.(*)





