JAKARTA – Usulan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah kepulauan dan daerah terpencil di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, mencuat dalam Rapat Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Komisi XII DPR RI, Kamis, 22 Januari 2026.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, H. Andi Muzakkir Aqil, menekan pentingnya realisasi program “Super Sun” yang digagas Kementerian ESDM. Menurutnya, masyarakat kepulauan di Pangkep sudah menaruh harapan besar terhadap proyek energi terbarukan tersebut.
“Pak Menteri, saya sudah kumpulkan para aparat pemerintahan di wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, mereka berharap hal itu,” ujar Andi Muzakkir dalam rapat.
Menanggapi hal itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan siap menindaklanjuti, bahkan membuka kemungkinan melakukan kunjungan langsung ke Pangkep.
Anggaran ESDM 2026
Dalam rapat tersebut, Bahlil juga memaparkan kondisi anggaran Kementerian ESDM tahun 2026. Dari alokasi awal sebesar Rp 10,12 triliun dalam DIPA, setelah efisiensi oleh Kementerian Keuangan, dana yang dapat digunakan turun menjadi Rp 9,34 triliun.
Anggaran itu akan difokuskan pada program kerakyatan, termasuk:
– Listrik desa untuk memperluas akses energi.
– Pembangunan jaringan gas (Jargas).
– Pipa energi dan infrastruktur pendukung lainnya. “Setelah dilakukan efisiensi penyisiran dari Kementerian Keuangan tinggal Rp 9,34 triliun, dan ini kita dorong untuk membangun listrik desa, pipa, Jargas, serta program kerakyatan lainnya,” tegas Bahlil.
Bahlil juga menyinggung capaian konsumsi listrik nasional per kapita yang naik dari 1.411 kWh (2024) menjadi 1.584 kWh (2025). Peningkatan ini sejalan dengan program listrik desa yang digulirkan pemerintah.
Namun, tantangan masih besar. Data Kementerian ESDM mencatat 5.700 desa dan 4.400 dusun belum menikmati akses listrik. Pada 2025, pemerintah mengalokasikan Rp 4 triliun untuk program listrik desa. Hasilnya, elektrifikasi berhasil dilakukan di 1.516 lokasi dengan pemasangan langsung kepada 205.968 rumah tangga.
Selain elektrifikasi desa, sejumlah proyek strategis lain juga diresmikan sepanjang 2025, termasuk hilirisasi dan pengembangan energi baru terbarukan. Program “Super Sun” di Pangkep disebut sebagai salah satu langkah nyata untuk mempercepat transisi energi bersih sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan. (*)






