PANGKEP– Gunung Bulusaraung kembali menelan cerita getir. Di tengah tebing cadas nyaris vertikal dan awan rendah yang menutup jalur udara, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua di dasar jurang sedalam 500 meter.
Ironisnya, kabar penemuan itu meledak hanya 15 menit sebelum konferensi pers resmi Basarnas dimulai di Makassar, Selasa, 19 Januari 2026.
Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengonfirmasi langsung melalui sambungan radio dari titik koordinat jatuh. “Hari ini kembali ditemukan satu korban. Baru saja, kira-kira 15 menit yang lalu sebelum kami mulai preskon,” ungkap Syafii di hadapan media.
Jika korban pertama ditemukan di kedalaman 200 meter, kali ini tim harus menembus jurang 500 meter dengan kondisi nyaris tegak lurus. Struktur bebatuan cadas membuat evakuasi digambarkan “berbahaya tingkat dewa.”
“Kondisinya sangat terjal, nyaris vertikal. Tim rescuer sudah berhasil mencapai posisi korban, namun proses angkut ke atas masih menunggu celah cuaca,” jelas Syafii.
Data awal lapangan menyebut korban kedua diduga perempuan. Sebelumnya, satu korban laki-laki telah ditemukan. Basarnas menegaskan identitas korban adalah ranah DVI Mabes Polri. “Bukan kewenangan kami untuk mendeklarasikan identitas,” tegas Syafii.
Operasi udara masih terhambat fenomena base cloud atau awan rendah yang menyelimuti puncak Bulusaraung. Padahal, helikopter dianggap jalur tercepat hanya 10 menit menuju bandara.
Sebanyak 1.200 personel terbagi dalam empat sektor terus menyisir area puing pesawat. Selain mengevakuasi korban, tim juga mengamankan barang milik penumpang dan material pesawat untuk KNKT.
“Kami masih berupaya maksimal di fase golden time ini. Mohon doa agar cuaca segera terbuka sehingga evakuasi bisa dipercepat,” tutup Syafii.(*)






