Bupati AST Kembali Safari Ramadan di Galung Utara, Ingatkan Jangan Saling Fitnah

MAJENE – Pemerintah Kabupaten Majene melalui Tim Safari Ramadan mengadakan acara bertempat di Masjid Jami ‘Raudhatul Muflihin Galung Utara, Kecamatan Banggae. Acara ini dihadiri oleh Bupati Majene beserta Ibu Ketua PKK Kabupaten Majene, Prokopim sekda, Kadisdikpora bersama Staf, Kepala BPBD Majene, Humas polres Majene,
Camat Banggae, Lurah Galung, UPTD Puskesmas Banggae 1, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa Kelurahan Galung, serta sejumlah pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Majene Andi Achmad Syukri mengajak umat Islam untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai ajang silaturrahmi dan memperkuat ukhuwah islamiah. Bupati Majene juga mengingatkan untuk tidak saling fitnah dan mencela sesama umat manusia.

Bacaan Lainnya

“Mari kita jadikan bulan mulia ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,” pinta Bupati Majene itu.

Kunjungan Safari Ramahan oleh pemerintah daerah (Pemda) yang dipimpin langsung Bupati Majene merupakan momentum strategis yang memiliki makna mendalam, bukan hanya sebagai agenda rutin tahunan. Berdasarkan berbagai sumber, kegiatan ini adalah momentum untuk saling mempererat siaturahmi dan hubungan sosial, menjadi ajang untuk merajut keakraban antara pemerintah daerah dengan masyarakat secara langsung.

Selain itu, juga bisa menyerap aspirasi dan komunikasi langsung serta menjadi wadah bagi pemimpin untuk melihat langsung kondisi, mendengar aspirasi, kebutuhan, serta harapan warga di lapangan.

Bahkan bisa memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial dan meningkatkan persaudaraan dan rasa peduli antar sesama, khususnya melalui kegiatan ibadah bersama tersebut.

Demikian pula sinergitas pembangunan: menjadi jembatan dalam menyampaikan program-program pemerintah serta mendorong sinergitas pembangunan antara pemda dan masyarakat desa/kecamatan.
Menjaga kerukunan dan kondusifitas, momentum untuk mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan, ketenangan, dan kekompakan lingkungan, terutama selama bulan suci Ramadan berlangsung.

Disisi lain sebagai syiar Islam dan motivasi gotong royong, menghidupkan syiar agama serta memotivasi masyarakat untuk bergotong royong dalam berbagai kegiatan yang bernuansa positif.

Diketahui secara keseluruhan, Safari Ramadan adalah jembatan hati antara pemerintah dan warga untuk menciptakan harmonisasi pembangunan di bumi Assamalewuang ini. (Ahp)

Pos terkait