MAJENE – Merespon keluhan warga khususnya di kecamatan Malunda dan kecamatan Ulumanda atas penutupan operasional SPBU 74.914.01 PT Hasyamil Mulia Banua, pihak pemerintah kabupaten Majene langsung bergerak cepat dan beraksi untuk mengatasi keresahan warga tersebut.
Seperti diketahui penutupan SPBU tersebut sudah berlangsung selama kurang lebih satu bulan dan dinilai telah menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga setempat maupun pengguna transportasi yang melintas di jalan trans Sulawesi itu.
Dengan aksi penutupan itu, Bupati Majene Andi Achmad Syukri melakukan instruksi langsung yang mewakili pemerintah daerah dan mengutus tim khusus untuk melakukan koordinasi intensif dengan PT Pertamina Regional Makassar Sulawesi Selatan yang berada di jalan Garuda Makassar.
Adapun delegasi resmi yang diutus pemerintah kabupaten Majene dan tim yang ditugaskan langsung oleh Bupati Majene terdiri dari pejabat teknis yang berkompeten di bidang ekonomi dan sumber daya alam yang berasal dari instansi pemerintah kabupaten Majene.
Seperti Hj. Irhamnia Muis Mandra, S.E, M.AP (Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Majene), serta Abrar Effendy, S.IP, M.Si (Kabag SDA Setda Majene).
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir pula pihak pengelola atau pemilik SPBU PT Hasyamil Mulia Banua guna memberikan penjelasan rinci dan teknis terkait kendala operasional yang terjadi beberapa hari terakhir.
Kehadiran delegasi ini diterima langsung oleh pihak manajemen PT Pertamina Regional Makassar. Agenda utama pertemuan tersebut adalah menyampaikan aspirasi masyarakat Malunda- Ulumanda sekaligus menyerahkan Surat Permohonan Resmi agar larangan operasional SPBU tersebut segera dicabut dan SPBU dimaksud kembali bisa beroperasi.
“Langkah ini kami ambil atas nama Pemerintah Kabupaten Majene sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelayanan publik. Penutupan SPBU selama satu bulan sudah sangat meresahkan warga dan mengganggu distribusi BBM di wilayah Malunda,” kata Hj. Irhamnia Muis Mandra di sela-sela pertemuan itu.
Irhamnia menyebutkan Kecamatan Malunda merupakan jalur lintas yang vital, sehingga keberadaan SPBU tersebut sangat krusial. Pemkab Majene berharap koordinasi ini membuahkan hasil positif dalam waktu dekat. Sehingga SPBU PT Hasyamil Mulia Banua dapat kembali beroperasi secara normal untuk melayani kebutuhan masyarakat seperti sediakala.
Sementara pada pertemuan itu, pihak Pertamina Regional Makassar menyatakan akan meninjau permohonan tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku dengan tetap mempertimbangkan aspek kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah Kabupaten Majene. (Ahp)






