MAJENE –Sebagai upaya sukseskan program pembangunan daerah, Pemkab Majene terus memantapkan arah perencanaan pembangunan daerah dengan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Banggae dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Majene tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat kantor Kecamatan Banggae, Majene.
Sebagaimana diketahui musrenbang ini merupakan titik ke enam dari delapan kecamatan di Kabupaten Majene dan dihadiri Wakil Bupati Majene, Andi Rita Mariani, Wakil Ketua II DPRD Majene H. Abdul Wahab, para pimpinan OPD, camat, kepala desa dan lurah se-Kecamatan Banggae, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.
Di hadapan peserta Musrenbang Wakil Bupati Majene menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menjaring aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan kebutuhan prioritas di lapangan dengan kebijakan pembangunan daerah.
Karenanya , musrenbang ini menjadi wadah penting untuk memastikan bahwa perencanaan pembangunan telah bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Seperti setiap usulan harus disusun secara prioritas, terukur, dan realistis, serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan dalam APBD Kabupaten Majene.
Lebih lanjut Wabup Andi Rita Mariani menekankan bahwa Musrenbang tidak bisa sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan harus menghasilkan program yang nyata dan dapat direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Artinya, harus lebih diprioritaskan program utama Pemkab Majene. Namun, bukan berarti program masyarakat lainnya diabaikan. Akan tetapi kondisi saat ini dalam keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat,” ucap Wabup Majene.
Sementara itu, Camat Banggae H. M. Syahid, dalam paparannya menyampaikan gambaran umum kondisi wilayah Kecamatan Banggae yang memiliki luas wilayah sekitar 25,15 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 46.710 jiwa.
Camat Syahid mengatakan bahwa seluruh perencanaan pembangunan di Kecamatan Banggae harus selaras dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Majene, yakni “Majene Maju, Mandiri, dan Berbudaya”, dalam Bingkai Religius yang dijabarkan melalui empat misi pembangunan sebagai pondasi utama penyusunan program di tingkat kecamatan khususnya Kecamatan Banggae.
“Apalagi Kecamatan Banggae merupakan kecamatan tertua di Kabupaten Majene yang memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang sangat tinggi. Nilai-nilai ini harus menjadi kekuatan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ke depannya,” pungkasnya. (Ahp)






