Diduga Keracunan Makanan MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Puskesmas

POLMAN,– Puluhan siswa di sekolah dasar (SD) 010 Paku kecamatan Binuang kabupaten Polman Sulawesi Barat diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (14/2/2026). Para siswa tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Binuang untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 Wita , tidak lama setelah para siswa menyantap menu makanan yang dibagikan oleh Petugas SPPG. Dusun Passube Desa Paku Kecamatan Binuang.Beberapa siswa yang sudah makan mengeluhkan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan sakit perut serta bolak-balik ke kamar mandi.Pihak sekolah yang panik segera menghubungi petugas kesehatan dan orang tua siswa untuk mendapatkan bantuan.

Bacaan Lainnya

Salah satu guru yang ditemui di puskesmas mengatakan sedikitnya ada 15 siswa kelas VI mengalami gejala kelainan seperti mual, sakit perut, dan muntah muntah karna mereka yang lebih dulu menyantap makanan. “Begitu ada laporan siswa ada muntah dan lemas, kami langsung berkoordinasi dengan pihak puskesmas agar siswa k segera dibawa untuk mendapatkan penanganan,” ujar Nadia

Sementara kepala Puskesmas Binuang Abdul Aziz menyatakan,saat ini siswa sudah mendapatkan mendapatkan perawatan berupa pemberian cairan dan obat-obatan. Namun, beberapa siswa masih menjalani observasi untuk memastikan tidak ada gejala lanjutan.

Menurut nya gejala yang ditimbulkan anak anak hingga mual dan pusing serta muntah-muntah itu setelah mengonsumsi menu dari makanan MBG yaitu roti, telur,bubur kacang ijo serta cairan vla yang berwarna putih seperti susu yang tidak dikemas disimpan omprengan. Kemudian ada makanan bubur juga yang dicurigai penyebab sampai anak ke racunan.

“Ada dua bahan yang kami periksaan tadi di curigai di lapangan dalam omprengan, yaitu susu dan bubur kacang hijau”, ungkap Abdul Aziz

Sementara itu, pihak sekolah bersama dinas terkait langsung menghentikan sementara distribusi makanan MBG di sekolah tersebut. Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

Orang tua siswa berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dan distribusi makanan dalam program MBG agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.(*)

Pos terkait