MOROWALI – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Program Prioritas Nasional melalui Asta Cita Presiden yang diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025–2029.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Serbaguna Matano Bungku, Kabupaten Morowali, Rabu (13/05/2026) kemarin dan dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, para Bupati dan Wali kota se-Sulteng, Kabinda Sulteng, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Provinsi Sulteng, Forkopimda Morowali, kepala perangkat daerah kabupaten/kota, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Rakor tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program prioritas nasional sekaligus memperkuat sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung visi pembangunan nasional.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Provinsi Sulteng selaku Ketua Panitia, Rachman Ansyari mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh program Asta Cita Presiden berjalan sesuai arah kebijakan nasional dan mampu diimplementasikan secara maksimal di daerah.
“Rapat koordinasi ini dilaksanakan untuk memastikan program-program Asta Cita berjalan sesuai arah kebijakan nasional serta dilakukan evaluasi terhadap pencapaian pelaksanaannya di daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah program prioritas nasional memiliki keterkaitan langsung dengan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Koperasi Merah Putih, hingga Program Ketahanan Pangan.
Menurutnya, seluruh program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjamin pemerataan layanan publik, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan bahwa rapat koordinasi tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian penting dalam menyatukan kekuatan pemerintah menghadapi tantangan global dan kondisi fiskal daerah.
“Keberadaan kita di Morowali hari ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya menyatukan kekuatan menghadapi dinamika global dan kebutuhan reformasi birokrasi,” tegas Anwar Hafid.
Gubernur juga menyoroti dampak kondisi global seperti perang dan fluktuasi harga minyak dunia yang dinilai turut memengaruhi stabilitas ekonomi nasional maupun daerah.
Karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dianggap menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah.
Dalam pemaparannya, Anwar Hafid turut menjelaskan perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Tengah.
Dari target 307 unit SPPG, sebanyak 228 unit telah beroperasi atau mencapai 74,26 persen dan telah melayani sekitar 900 ribu siswa di 13 ribu sekolah di Sulawesi Tengah.
Program tersebut juga dinilai memberi dampak ekonomi positif dengan melibatkan lebih dari 10 ribu relawan dan membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi arahan, pemaparan materi, serta diskusi terkait evaluasi pelaksanaan Program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Tahun 2026 di Provinsi Sulawesi Tengah.
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono mengatakan, kehadiran Wakapolda Sulteng dalam rakor tersebut menjadi bentuk dukungan Polri terhadap penguatan sinergitas lintas sektor dalam menyukseskan program prioritas nasional.
“Polri khususnya Polda Sulawesi Tengah mendukung penuh pelaksanaan program-program strategi nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergitas seluruh elemen menjadi kunci keberhasilan pembangunan di daerah,” ujar Kombes Pol Djoko Wienartono.
Ia menambahkan, Polda Sulteng siap mendukung kebijakan pemerintah pusat maupun daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan agar seluruh program pembangunan dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapannya, seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” tutupnya.(*)






