JAKARTA– Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan hasil penilaian terbaru pengelolaan sampah nasional yang menunjukkan kondisi memprihatinkan.
Dari data KLH, terdapat 120 daerah berkategori sangat kotor dan 253 kabupaten/kota lain masuk kategori kotor yang membutuhkan pembenahan serius, terutama dalam alokasi anggaran pengelolaan limbah.
“Yang sangat kotor ini benar-benar belum mengalokasikan anggaran biaya dan perhatiannya di dalam penanganan sampah. Kemudian di atasnya ada 253-an kota yang kotor, ini juga tentu mendapat perhatian kita semua,” ujar Hanif dalam kegiatan penyerahan penghargaan Adipura di Balai Kartini, Jakarta, 25–26 Februari 2026.
Surabaya dan Balikpapan Terbaik, Tapi Belum Merata
KLH memberikan apresiasi kepada Surabaya dan Balikpapan sebagai kota dengan kinerja terbaik pertama dan kedua. Namun Hanif menegaskan, kebersihan di pusat kota belum merata hingga ke wilayah pinggiran. “Pada saat kita masuk di kotanya sangat bersih, tetapi pada saat kita masuk ke pinggirnya itu masih banyak yang harus dibenahi,” katanya.
Secara nasional, capaian pengelolaan sampah baru berada di angka 24–25 persen, jauh dari target ideal. “Ini angka riil berdasarkan survei di lapangan. Artinya ada kerja keras para bupati dan wali kota, tetapi memang masih jauh dari cukup,” tambah Hanif.
Parepare Raih Sertifikat Kota Bersih
Dari 35 daerah penerima Sertifikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih, Kota Parepare resmi meraih penghargaan tahun 2025 dengan nilai total 72,79. Penilaian mencakup tiga indikator:
– Anggaran dan kebijakan: 17,00
– SDM dan fasilitas pengelolaan sampah: 19,44
– Capaian kinerja kebersihan: 36,35 Selain sertifikat, Parepare juga menerima piagam penghargaan dan bantuan 3 unit motor sampah dari pemerintah pusat.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyatakan komitmen untuk memperkuat tata kelola persampahan. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki tata kelola persampahan di Parepare. Dukungan berupa motor sampah tentu akan membantu operasional di lapangan sehingga pelayanan kebersihan kepada masyarakat semakin optimal,”ujarnya.
Tasming menekankan capaian ini merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, petugas kebersihan, dan masyarakat. Pemerintah Kota Parepare berjanji menindaklanjuti rekomendasi KLH untuk meningkatkan kinerja pengelolaan sampah ke depan.
Pemberian penghargaan Adipura dilakukan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah Tahun 2026 bertema “Kolaborasi Untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)”.
Acara ini dibuka oleh Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, serta dihadiri Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, bersama jajaran pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.(*)






