Dedikasi Tanpa Batas: H Surianto Kembali Nahkodai PMI Parepare

Dr. H. Surianto, S.Ag., M.M

PAREPARE– Dr. H. Surianto, S.Ag., M.M., kembali dipercaya memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Parepare periode 2026–2031. Ketua Umum PSTI Pusat sekaligus Ketua Partai Gerindra Parepare itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Muskot) XI PMI Parepare yang digelar di Aula Hotel Pariwisata, Sabtu, 28 Februari 2026, lalu.

Keterpilihan H Surianto menjadi penanda keberlanjutan kepemimpinan organisasi kemanusiaan di Parepare, dengan melewati dinamika di internal PMI.

Bacaan Lainnya

Momentum Kemanusiaan

Dalam keterangannya kepada Kilassulawesi.com, pria yang kerap tampil bersahaja itu menegaskan bahwa komitmen kemanusiaan menjadi alasan utama dirinya kembali maju. Parepare, kata dia, kini menjadi rujukan pelayanan kesehatan dari berbagai daerah, termasuk Sulawesi Barat.

Namun, tantangan terbesar masih terletak pada ketersediaan darah. “Memimpin PMI bukan hanya soal kepedulian, tapi juga pengorbanan. Selama ini PMI Parepare tidak pernah mendapat dana hibah dari pemerintah. Bahkan saya pribadi harus mengeluarkan dana sekitar ratusan juta untuk menopang kegiatan organisasi,” ungkapnya, Ahad, 1 Maret 2026, malam tadi.

Ia menambahkan, untuk susunan kepengurusan baru akan diumumkan usai Lebaran, sementara saat ini masih dalam tahap formatur. Di tempat yang sama Ketua DPRD Kota Parepare, H. Kaharuddin Kadir, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya kembali H Surianto.

Menurutnya, kepemimpinan H Surianto menunjukkan dedikasi tinggi terhadap kemanusiaan. “Kalau bukan karena rasa kemanusiaan yang besar, tentu beliau tidak akan mau mengabdi di Parepare. Selama ini kita lihat, beliau banyak berkorban untuk PMI. Harapan kami, kepemimpinan ini bisa semakin memperkuat peran PMI, bukan hanya dalam penyediaan darah, tapi juga dalam penanganan bencana dan kerja-kerja kemanusiaan lainnya,” tegas Kaharuddin.

Berbincang

Harapan dan Tantangan Baru

Muskot XI PMI Parepare menjadi bukti antusiasme publik terhadap organisasi ini. Namun, tantangan besar masih menanti, keterbatasan dana, kebutuhan darah yang terus meningkat, serta kesiapan menghadapi bencana.

Selain itu, PMI Parepare juga dihadapkan pada tuntutan era digital. Transparansi data donor, sistem informasi stok darah, hingga edukasi publik melalui media sosial menjadi agenda penting yang harus segera dijawab. Kehadiran kepengurusan baru di bawah komando H Surianto diharapkan mampu merangkul generasi muda, komunitas, dan relawan untuk memperkuat gerakan kemanusiaan.

Tak hanya itu, sinergi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, dan lembaga swasta juga menjadi kunci agar PMI Parepare tidak berjalan sendiri. Dukungan lintas sektor akan menentukan sejauh mana organisasi ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Dedikasi yang Tak Pernah Padam

Dengan kepemimpinan H Surianto yang kembali diperpanjang, publik menaruh harapan agar PMI Parepare mampu menjawab tantangan tersebut, sekaligus memperkuat peran sebagai garda terdepan kemanusiaan di daerah.

Dedikasi tanpa batas yang ditunjukkan Surianto selama ini menjadi inspirasi bahwa kerja kemanusiaan bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan hati. Di tengah keterbatasan, semangat pengabdian itulah yang membuat PMI Parepare tetap berdiri tegak, menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan. (*)

Pos terkait