Hiswana Migas Parepare: Antrean SPBU Bukan Krisis Global, Hanya Dampak Arus Balik

Ist

PAREPARE– Ketua Hiswana Migas Parepare, H Ibrahim Mukti, angkat bicara terkait antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di wilayahnya. Ia menegaskan, fenomena tersebut bukanlah akibat krisis energi global, melainkan dinamika lokal yang muncul dari tingginya mobilitas masyarakat pasca lebaran.

Menurut Ibrahim, antrean panjang terjadi karena meningkatnya kebutuhan BBM saat arus balik, ditambah kembalinya kendaraan truk pengangkut barang yang mulai beroperasi setelah libur panjang.

Bacaan Lainnya

“Kendaraan truk banyak terlihat di SPBU karena pendistribusian barang antar wilayah mulai beraktivitas kembali. Jadi wajar jika terjadi penumpukan sementara,” jelasnya, Senin, 30 Maret 2026.

Ia menekankan bahwa kondisi ini tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan. Pasokan BBM tetap terjaga, dan antrean yang terjadi hanyalah fenomena musiman yang akan mereda seiring stabilnya arus kendaraan.

“Ini bukan masalah kelangkaan, melainkan momentum arus balik. Setelah mobilitas masyarakat kembali normal, antrean akan berangsur terurai,” tambah Ibrahim.

Ibrahim juga mengakui bahwa stok BBM dari Pertamina ke SPBU sejauh ini berjalan lancar dan ketersediaan tetap terpenuhi. Ia memastikan bahwa pasokan akan terus ditambah sesuai kebutuhan.

“Pasokan BBM dari Pertamina ke SPBU lancar, masyarakat tidak perlu khawatir karena distribusi berjalan sesuai kebutuhan. Tetap ada penambahan droping untuk mengantisipasi lonjakan permintaan,” tegasnya.

Sebelumnya, fenomena terjadi di Kabupaten Enrekang, tepatnya di SPBU Massemba, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Leoran, di mana antrean kendaraan mengular hingga satu kilometer. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan BBM tetap aman dan terjaga.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyebut lonjakan kebutuhan BBM dipicu tingginya mobilitas masyarakat, khususnya arus balik dari Toraja menuju Enrekang dan Makassar.

“Peningkatan volume kendaraan dari arus balik berdampak langsung pada lonjakan kebutuhan BBM di SPBU. Kondisi ini mendorong antrean lebih panjang dari biasanya, terutama di titik-titik dengan trafik tinggi,” ungkapnya.

Pertamina memastikan distribusi energi tetap berjalan dengan pengawasan intensif. Koordinasi dilakukan bersama pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan pengelola SPBU, termasuk penempatan marshall untuk menjaga ketertiban antrean agar tidak mengganggu lalu lintas.

Sales Branch Manager Sulsel III Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, menambahkan stok BBM di Enrekang dalam kondisi mencukupi. “Penyaluran BBM berjalan normal. Dinamika antrean lebih disebabkan oleh peningkatan demand selama arus balik. Kami juga telah mengoptimalkan suplai serta mempercepat distribusi ke SPBU,” terangnya.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan melakukan pengisian di lembaga penyalur resmi agar kualitas produk terjamin.(*)

Pos terkait