KARAWANG – Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya Kementerian Pertanian mewujudkan swasembada beras sekaligus menjaga keberlanjutan produksi nasional di tengah berbagai tantangan, termasuk potensi kemarau panjang.
Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innoprenership IPB, Handian Purwawangsa, menyampaikan apresiasi terhadap capaian stok beras nasional yang dinilai menunjukkan kinerja positif dan menjadi fondasi kuat dalam menjaga ketahanan pangan.
“Kami sangat mengapresiasi capaian stok beras yang saat ini cukup besar. Ini menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan produksi ke depan,” ujarnya di Gudang Beras Bulog Karawang, kemarin.
Handian menekankan bahwa tantangan ke depan tidak hanya mempertahankan capaian saat ini, tetapi juga memastikan kontinuitas produksi dari tahun ke tahun. Menurutnya, langkah antisipatif perlu segera disiapkan, terutama dalam menghadapi potensi musim kemarau yang dapat berdampak pada produksi pangan.
“Kita harus mulai mempersiapkan dari sekarang. Tahun ini berhasil, tahun depan harus tetap terjaga. Apalagi kita akan menghadapi kemarau panjang, sehingga mitigasi harus dilakukan sejak dini agar produksi tetap stabil,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, IPB terus memperkuat perannya dalam penyediaan benih unggul padi. Pada tahun sebelumnya, IPB memproduksi sekitar 4 ribu ton benih, dan pada tahun ini ditargetkan meningkat signifikan hingga mencapai 12 ribu sampai 18 ribu ton sesuai kebutuhan nasional.
Selain padi, IPB juga mendorong pengembangan komoditas lain seperti jagung, tanaman perkebunan, dan hortikultura. Komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti kopi, alpukat, dan durian dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, termasuk melalui pemanfaatan lahan-lahan kosong seperti kawasan perhutanan sosial.
“Tidak hanya padi, kami juga harus melihat peluang besar dari komoditas lain. Lahan-lahan yang masih tersedia bisa dioptimalkan untuk tanaman perkebunan dan buah-buahan yang bernilai ekonomi tinggi,” tambahnya.
Handian berharap kolaborasi IPB dengan Kementerian Pertanian dapat terus diperkuat, sehingga upaya pemenuhan kebutuhan pangan nasional tidak hanya tercapai, tetapi juga berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika iklim serta tantangan global.
Dengan dukungan inovasi, penguatan benih unggul, dan sinergi lintas sektor, Handian optimistis swasembada beras dapat terus terjaga sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian nasional yang lebih luas dan berdaya saing.






