11 Mobil dan 4 Kavling, Rumah Mantan Kepala BGN Jadi Sorotan

JABAR– Rumah pribadi mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang di Perumahan Raffles Hills, Kota Depok, Jawa Barat, masih terlihat mendapat pengamanan sehari setelah ia resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Dikutip dati pantauan Tribunnews.com pada Kamis sore menunjukkan sejumlah pria berpakaian bebas berjaga di beberapa titik menuju kediaman Nanik. Suasana kompleks perumahan secara umum tetap tenang, dengan warga beraktivitas seperti biasa.

Bacaan Lainnya

Pengamanan terlihat sejak akses masuk Blok N, dengan dua orang berjaga di pos sekuriti. Di sekitar rumah Nanik, lima pria berpakaian bebas tampak berkumpul di rumah seberang sambil berbincang. Beberapa sepeda motor terparkir di sisi jalan depan rumah. Bangunan utama berdiri di lahan hook dengan tiga lantai berwarna abu-abu dan putih. Di area rumah itu terlihat 11 mobil terparkir, sebagian ditutup cover merah.

Menurut sumber, rumah yang ditempati Nanik merupakan hasil penggabungan empat unit rumah yang dibeli dan direnovasi menjadi satu hunian besar. Ia disebut juga membeli rumah bercat putih di seberang kediaman utamanya. “Dia sudah lama tinggal di sini, lama banget. Jadi dia beli beberapa rumah di sampingnya itu, ada empat rumah kalau enggak salah,” ujar sumber.

Warga menyebut Nanik jarang berinteraksi dengan tetangga, meski keluarganya tetap terlihat beraktivitas. Cucu laki-laki Nanik beberapa kali terlihat bermain di sekitar rumah dengan pengawasan pengasuh. Satu-satunya momen warga bertemu langsung dengan Nanik adalah saat open house Lebaran Idul Fitri 2026. “Dia jarang kumpul sama warga. Warga kan ada kafe tempat kumpul, tapi enggak pernah gabung,” kata sumber.

Nanik mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun Facebook pada Rabu, 22 Juli 2026, hanya 1,5 bulan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut alasan kesehatan, setelah menjalani CT Scan dan kateterisasi jantung yang menunjukkan adanya penyumbatan.

Nanik mengaku langsung menyampaikan niat mundur kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Presiden Prabowo kemudian menunjuk Sudaryono sebagai Kepala BGN pengganti.

Pengamanan di sekitar rumah Nanik bukan kali pertama terjadi. Pada 20 Juni 2026, puluhan personel TNI-Polri sempat berjaga setelah muncul kabar adanya massa yang hendak mendatangi kediaman tersebut. Warga mendapat pemberitahuan dari Ketua RT bahwa wartawan maupun LSM tidak diperbolehkan masuk tanpa pemeriksaan.

Pergantian pimpinan BGN berlangsung di tengah sorotan perkara dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditangani Kejaksaan Agung. Tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk tiga pimpinan BGN, Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.

Pos terkait