PAREPARE— Warga Kota Parepare resah akibat kelangkaan gas elpiji berukuran 3 kilogram di sejumlah pangkalan resmi. Meski sesekali tersedia, jumlah tabung yang diterima pangkalan jauh berkurang sehingga kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi.
Seorang pemilik pangkalan LPG di Jalan Jenderal Sudirman mengaku kewalahan melayani warga sekitar. “Kuota kami yang biasanya 50 tabung, kini dikurangi hanya 30 tabung. Jadi tabungnya cepat habis,” ujarnya, enggan disebutkan namanya.
Keluhan serupa disampaikan warga Lumpue, Ibrahim, yang beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg meski sudah berkeliling ke sejumlah pangkalan. “Banyak pangkalan kosong, dan kalau ada di luar pangkalan harganya di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini sudah berlangsung hampir seminggu terakhir,” singkatnya.
Terpisah, Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, dalam rilis resmi Senin, 20 Juli 2026, menegaskan penyaluran LPG 3 Kg di Parepare tetap melalui rantai distribusi resmi: dari SPBE ke agen, lalu ke pangkalan resmi sebelum diterima masyarakat yang berhak.
Pertamina, kata Yoga, rutin melakukan monitoring stok dan penyaluran, serta evaluasi pola distribusi bersama pemerintah daerah jika terjadi lonjakan konsumsi atau ketidaksesuaian kebutuhan. “Apabila ditemukan indikasi penyaluran tidak sesuai, termasuk dugaan distribusi ke luar wilayah atau pelanggaran ketentuan, Pertamina akan memberikan sanksi mulai dari teguran, pengurangan alokasi, hingga penghentian kerja sama,” tegasnya.
Sebagai langkah cepat, Pertamina menyiapkan tambahan pasokan fakultatif bila hasil evaluasi lapangan menunjukkan kebutuhan meningkat. Pengawasan terhadap agen dan pangkalan juga diperketat agar penyaluran sesuai HET dan diprioritaskan bagi masyarakat penerima subsidi. Pertamina mengimbau warga membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi serta melaporkan dugaan penyimpangan distribusi.






