KILASSULAWESI.COM,POLMAN — Ketua DPRD Polman Jufri Mahmud bersama dengan Anggota DPD RI, Ajbar Abdul Kadir dan Wakil Ketua DPRD Polman Amiruddin dan Hamzah Syamsuddin memantau stok pangan di gudang penyimpanan beras Bulog di Campurjo, Kecamatan Wonomulyo.
Dalam pemantauannya tersebut, mereka mendapati empat gudang Bulog lagi kosong dan satu gudang yang terisi itupun hanya sekira 800 ton saja. “Kami tadi melihat gudang Bulog di Campurjo dari lima gudang, empat gudang sudah kosong dan satu gudang yang terisi cuma 800 ton padahal kepala gudang menyampaikan kapasitas gudang di Campurjo ini sampai 1.2000 ton. Harusnya dengan melihat situasi sekarang ini, dimana virus korona makin signifikan penyebaranya, harusnya Bulog pikirkan stok pangan kita untuk mengantisipasi bila nanti ada kebijakan pemerintah untuk Lockdown guna melayani konsumsi masyarakat di Kabupaten Polman,”tegas Ketua DPRD Polman, Jufri Mahmud, Sabtu 28 Maret, pagi tadi.
Dalam kunjungannya, mereka pun mendapati dua mobil truk pengangkut beras yang sudah siap berangkat ke Palu. “Ini akan kami pertanyakan ketersedian pangan di Polman dengan stok yang ada, ditengah imbauan pemerintah untuk penutupan akses apakah stok kita akan aman jika terus dilakukan pengiriman keluar. Kita akan pertanyakan ke Bulog seperti apa managemen stok, apakah itu pemerataan stok. Tapi perlu diingat satu bulan kedepan masuk ramadan apakah ada yang bisa diserap. Apalagi hanya beberapa tempat saja yang panen,”kata Jufri Mahmud.
Sementara itu, Kepala Gudang Badan urusan logistik (Bulog) Campurjo, Sukmar membenarkan adanya pengiriman beras ke Palu dalam satu bulan ini, dan dia juga menyampaikan kapasitas gudang di Campurjo 1.2000 ton beras dan yang tersisa hanya sekira 800 ton saja saat ini.
Anggota DPD RI, Ajbar Abdul Kadir yang juga melakukan pantaun ke gudang Bulog, mengatakan, setelah dilakukan cros cek dari dua gudang yakni Majene dan Campurjo ada 900 ton lebih. ” Kabulog mengklaim itu untuk stok BPNT diperkirakan siap untuk dua bulan lebih, karena kebutuhan BPNT kita diangka 400 ton lebih,” ujarnya.
Lanjutnya dikatakan , untuk kebutuhan ramadan dan hari raya Bulog juga mengaku siap karena mereka juga memproduksi beras komersil yang menurutnya berapa ton pun mereka siap dan dibawah harga pasar.
Terpisah Kepala Sub Divisi Regional ( Divre) Bulog Polman Syamsiar mengaku, jika stok beras di gudang Campurjo masih ada sekira 800 ton. Tapi di gudang Rangas Majene masih ada 153 ton di gudang Polewali masih ada 15 ton. Menurutnya stok tersebut cukup untuk kebutuhan hingga empat bulan kedepan
“Untuk ketahanan pangan saat ini kita melayani Bantuan pangan Non tunai (BPNT) dan sedang berjalan adalah pelayanan maret. untuk kedepan masih cukup dua bulan dan kalaupun bisa masuk beras diluar kita terima dengan melalui proses qulity baru bisa dimasukkan di gudang,” kilahnya.(win)






