Pandemi Covid-19, Kades Kupa Tuai Sorotan Pembangunan Gapura

KILASSULAWESI.COM,BARRU– Ditengah wabah pandemi Covid-19, Pemerintah Desa (Pemdes) Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, dengan alasan sebuah inovasi Pemdes Kupa membangun gapura ditiap lorong diwilayahnya.Salah seorang warga yang tidak ingin identitasnya dipublis menyoroti sikap pemerintah desa yang membangun gapura ditengah masa pandemi Covid-19.

Kata dia, pembangunan gapura tersebut belum menjadi prioritas saat masa sekarang ini ditengah seluruh masyarakat berjuang melawan virus korona. “Pembangunan itu kami nilai belum mendesak,” ujarnya

Bacaan Lainnya

Disebut dia, pemerintah desa rencananya akan membangun sebanyak 10 unit gapura di tiap sudut lorong desa itu dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 34 juta per unit. Anggaran tersebut dikuras dari anggaran dana desa (ADD) Desa Kupa. “Anggaran itu dari dana desa yang diperuntukkan untuk tunjangan masyarakat,” katanya.

Menyikapi hal itu, Kepala Desa (Kades) Kupa, Suwardi membantah pernyataan warganya tersebut. Kata Suwardi, Gapura yang dibangun hanya 9 unit dan bukan 10 seperti yang dikatakan. Pembangunan itu menggunakan Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN dan bukan dari ADD melalui APBD. “Tidak benar seperti itu, hanya 9 yang mau dibikin dan dananya dari DD,” katanya, Sabtu 9 Mei 2020.

Suwardi membenarkan, untuk satu unit Gapura dianggarkan Rp 34 juta sehingga total anggaran yang dialokasikan dari DD sebesar Rp 306 juta. Dia pun menambahkan, sesuai dengan aturan, setiap Rp 1,2 miliar DD diperuntukkan untuk bantuan langsung tunai (BLT) desa sebesar 35% dan anggaran dibawa 1,2 miliar hanya 30% untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 selama 3 bulan. “Jadi untuk BLT Desa Kupa saya simpan Rp 350 juta karena dana desa kami hanya 1,19 miliar,” katanya

Selebihnya anggaran desa tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur desa yang dirancang sesuai dengan hasil musyawarah desa. Apalagi pembangunan gapura tersebut sudah direncanakan sebelum adanya wabah Covid-19. “Ini tuntutan pemerintah, desa harus berinovasi. Kalau desa maju, negara maju. (wal)

Pos terkait